WHO Peringatkan Perokok Berisiko Lebih Tinggi jika Terjangkit Covid-19

Perokok yang terjangkit Covid-19 lebih berisiko mengembangkan penyakit menjadi lebih parah dibandingkan nonperokok.
Image title
12 Mei 2020, 08:05
pandemi corona, who, perokok, perokok covid-19, virus corona
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Ilustrasi. Aktivitas merokok merusak fungsi paru-paru sehingga membuat tubuh lebih sulit untuk melawan virus corona dan penyakit lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi jika terjangkit virus corona. Total kasus Covid-19 di seluruh dunia kini mencapai 4,2 juta dengan kematian lebih dari 280 ribu orang.

WHO menjelaskan tinjauan studi oleh para ahli kesehatan akhir bulan lalu menemukan bahwa perokok yang terjangkit Covid-19 lebih memiliki risiko untuk mengembangkan penyakit menjadi lebih parah dibandingkan nonperokok.

COVID-19 adalah penyakit menular yang terutama menyerang paru-paru. Adapun aktivitas merokok merusak fungsi paru-paru sehingga membuat tubuh lebih sulit untuk melawan virus corona dan penyakit lainnya. Merokok tembakau adalah faktor risiko yang dapat menimbulkan banyak infeksi pernapasan dan meningkatkan keparahan penyakit pernapasan.

(Baca: Sudah Uji Klinis, Ventilator ITB Siap Diproduksi untuk Tangani Corona)

Advertisement

"Tembakau juga merupakan faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan, dan diabetes yang membuat orang dengan kondisi ini berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah ketika terkena COVID-19," kata WHO dalam pernyataan resmi dikutip, Selasa (12/5).

Lembaga kesehatan dunia ini terus mengevaluasi penelitian baru, termasuk meneliti hubungan antara penggunaan tembakau, penggunaan nikotin, dan Covid-19. WHO pun mendesak para peneliti, ilmuwan, dan media untuk berhati-hati dalam memperkuat klaim yang tidak terbukti bahwa tembakau atau nikotin dapat mengurangi risiko Covid-19.

(Baca: Anies Frustrasi Hadapi Kemenkes dalam Tangani Virus Corona)

Saat ini, tidak ada informasi yang cukup untuk mengkonfirmasi kaitan antara tembakau atau nikotin dalam pencegahan atau pengobatan Covid-19.

Tembakau membunuh lebih dari 8 juta orang secara global setiap tahun. Lebih dari 7 juta kematian ini berasal dari penggunaan tembakau langsung dan sekitar 1,2 juta disebabkan oleh bukan perokok yang terpapar asap rokok.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait