WHO Peringatkan Virus Corona Mungkin Tidak akan Pernah Hilang

WHO menyebut virus corona yang menyebabkan Covid-19 dapat menjadi endemik seperti HIV.
Image title
Oleh Agustiyanti
14 Mei 2020, 10:52
WHO, virus corona, covid-19, pandemi corona
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.
Ilustrasi. Virus corona telah menginfeksi hampir 4,3 juta orang dan menyebabkan lebih dari 291.000 kematian.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Organisasi Kesehatan Dunia  atau WHO menyebut virus corona yang menyebabkan Covid-19 dapat menjadi endemik seperti HIV, memberikan peringatan pada setiap upaya yang tengah dilakukan untuk mengatasi pandemi ini.

"Penting untuk mengingat bahwa virus ini mungkin kan menjadi virus endemik dan tidak akan pernah hilang," ujar WHO emergencies expert Mike Ryan dikutip dari Reuters, Kamis (14/5)

Ia menilai penting untuk realistis menyikapi pandemi virus coroana. Menurut dia, tak ada yang dapat memprediksi dengan tepat kapan penyakit ini akan benar-benar hilang.

"Saya pikir tidak ada yang dapat memastikan. Penyakit ini dapat menjadi masalah yang sangat lama atau juga tidak," kata dia.

Kendati demikian, ia menegaskan dunia memiliki kendali atas bagaimana penyakit itu dapat mengatasi penyakit itu. Namun, ini akan membutuhkan "upaya besar" bahkan jika vaksin ditemukan.

(Baca: The Fed Ramal Resesi Ekonomi akibat Pandemi Corona di AS Bakal Panjang)

Lebih dari 100 vaksin potensial sedang dikembangkan, termasuk beberapa dalam uji klinis, tetapi para ahli telah menggarisbawahi kesulitan menemukan vaksin yang efektif terhadap virus ini

Ryan mencatat bahwa terdapat vaksin untuk penyakit lain, seperti campak, yang belum dieliminasi

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menambahkan upaya penyebaran virus corona bergantung pada semua orang. "Ini adalah urusan semua orang, dan kita semua harus berkontribusi untuk menghentikan pandemi ini," tegas dia.

(Baca: Tak Hanya Serang Pernapasan, Dokter Temukan Ragam Gejala Baru Covid-19)

Pemerintah di seluruh dunia sedang berjuang dengan pertanyaan tentang bagaimana membuka kembali ekonomi mereka meski measih memiliki kasus virus corona. Pandemi ini telah menginfeksi hampir 4,3 juta orang dan menyebabkan lebih dari 291.000 kematian.

Uni Eropa mendorong pembukaan kembali ekonomi secara bertahap dan mengatakan belum terlambat untuk menyelamatkan potensi pariwisata musim panas sambil tetap menjaga orang tetap aman.

Namun, pakar kesehatan mengatakan perlu tindakan yang sangat hati-hati diperlukan untuk menghindari wabah baru.

Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait