Jumlah Kematian akibat Virus Corona Tembus 300 Ribu Orang

Jumlah kasus positif virus corona di seluruh dunia kini mencapai 4,5 juta dengan kematian lebih dari 300 ribu orang.
Image title
15 Mei 2020, 07:57
kasus positif virus corona, korban tewas, kematian akibat virus corona, pandemi corona, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/aww/cf
Ilustrasi. Total kasus positif Covid-19 mencapai 4,5 juta, dengan jumlah pasien sembuh kini lebih dari 1,7 juta orang.

Korban tewas akibat virus corona hingga Jumat (15/5) di seluruh dunia mencapai 303 ribu orang. Total kasus positif  Covid-19 mencapai 4,5 juta, dengan jumlah pasien sembuh kini lebih dari 1,7 juta orang.

Berdasarkan data worldometers.info, hingga kini masih terdapat sekitar 2,5 juta kasus aktif. Sebanyak 2% atau lebih dari 45 ribu orang berada dalam kondisi serius atau kritis.

Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus positif dan korban jiwa terbanyak di seluruh dunia. Jumlah kasus mencapai 1,4 juta dengan kematian mencapai lebih dari 86 ribu orang.

Tambahan kasus dan kematian di Negara Paman Sam ini juga masih menjadi yang tertinggi. Kasus baru meningkat 25 ribu dibanding kemarin, sedangkan jumlah kematian bertambah 1.695 orang.

Advertisement

AS kini masih memiliki 1 juta kasus aktif Covid-19, meski sejumlah negara bagian sudah mulai membuka kembali perekonomiannya secara bertahap. Sebanyak 317 ribu orang AS telah berhasil sembuh dari penyakit menular tersebut.

(Baca: Mengapa Kasus Corona di Indonesia Melonjak dalam Dua Hari Terakhir?)

Negara kedua dengan jumlah kasus terbanyak, Spanyol mulai mencatatkan penurunan jumlah kasus aktif secara signifikan. Dari total kasus 272 ribu yang dimiliki, sebanyak 186 ribu orang telah berhasil sembuh. Sementata 27 ribu orang meninggal dunia.

Dengan demikian, kasus aktif di negara tersebut kini mencapai 58 ribu orang.

Italia yang mencatatkan tingkat kematian tertinggi akibat virus corona juga mulai mencatatkan penurunan jumlah kasus aktif menjadi 76 ribu orang. Dari total kasus 223 ribu, sebanyak 31 ribu orang meninggal dunia dan 115 ribu orang telah sembuh.

Sementara lonjakan kasus dan kematian kini tengah terjadi di Brasil. Negara Amerika Latin ini mencatatkan tambahan kasus hingga 13 ribu menjadi 202 ribu dan kematian sebanyak 835 orang menjadi total kini mencapai 13.993 orang.

Namun, Presiden Brasil Jair Bolsonaro memperingatkan bahwa tindakan isolasi sosial yang lebih ketat akan menghancurkan negara dan mengatakan tidak memiliki uang untuk membayar pekerja sektor publik.

"Lockdown dengan menutup segalanya, bukan ini caranya," kata Bolsanor kepada wartawan yang berkumpul di luar kediaman presiden, dikutip dari CNN.

(Baca: Tak Hanya Serang Pernapasan, Dokter Temukan Ragam Gejala Baru Covid-19)

Ia mengatakan tindakan karantina yang telah dilakukan banyak gubernur di seluruh negeri telah membuat krisis makin parah di negara tersebut. "Brasil berubah menjadi negara miskn dan tak ada cukup uang untuk membayar pekerja di sektor publik," kata dia.

Lonjakan kasus dan kematian juga masih meningkat di Inggris yang mulai membuka bertahap sejumlah pembatasan untuk mencegah penularan corona. Jumlah kasus di Inggris meningkat 3.446 menjadi 233 ribu, sedangkan kematian meningkat 428 orang menjadi 33.614 orang.

Pemerintah Inggris sebelumnya memutuskan untuk mulai melonggarkan lockdown yang telah dilakukan berminggu-minggu untuk menekan penularan virus corona. Warga Inggris yang tak bisa bekerja di rumah, seperti di sektor konstruksi didorong untuk kembali bekerja. Inggris juga berencana untuk membuka hotel dan mal mulai Juli dengan tetap menerapkan jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara di Tiongkok, yang menjadi negara asal virus ini, jumlah kasus positif hanya bertambah 3 menjadi 82.929. Lebih dari 78 ribu orang telah berhasil sembuh dari Covid-19 di Negara Tembok Raksasa ini, sedangkan 4.633 orang meninggal dunia. Kini, kasus aktif virus corona di Tiongkok tersisa 101 orang. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait