Pertamina Hulu Mahakam Bor Sumur Eksplorasi di Tengah Pandemi Corona

Pengeboran dilakukan untuk menemukan cadangan baru di Blok Mahakam, sehingga dapat mempertahankan kegiatan operasi dan produksi secara berkelanjutan.
Image title
26 Mei 2020, 11:56
blok mahakam, pengeboran sumur, pandemi corona
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi. PT Pertamina Hulu Mahakam memulai pengeboran pada sumur PS-1X di Struktur South Peciko di selatan Lapangan Peciko yang berada di lepas pantai Kalimantan Timur.

PT Pertamina Hulu Mahakam memulai tajak atau pengeboran satu sumur eksplorasi di tengah pandemi virus corona. Pengeboran dilakukan pada sumur PS-1X di Struktur South Peciko di selatan Lapangan Peciko yang berada di lepas pantai Kalimantan Timur.

General Manager PHM John Anis mengatakan tajak sumur ini merupakan satu dari dua sumur eksplorasi yang menjadi komitmen perusahaan. "Pengeboran ini merupakan upaya kami untuk mengeksplorasi daerah-daerah di sekitar lapangan produksi secara lateral maupun vertikal, serta untuk bisa melakukan development dengan cepat setelah discovery," ujar  John dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).

 (Baca: Sempat Tertunda, Pertamina Akhirnya Mengebor Blok Nunukan Tahun Ini)

John menjelaskan upaya ini juga ditempuh untuk  menemukan cadangan baru di Blok Mahakam, sehingga dapat mempertahankan kegiatan operasi dan produksi secara berkelanjutan. Rencananya, sumur eksplorasi lainnya juga akan dibor menembus struktur dalam dari Lapangan Tunu.

Advertisement

Menurut dia, pengeboran yang dijalankan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dengan menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Salah satunya,  memberlakukan isolasi mandiri selama 14 hari bagi karyawan yang akan mengerjakan kegiatan tersebut.

(Baca: Pengeboran Proyek Meliwis Terkendala, Tambahan Produksi Gas Terhambat)

Adapun proyek pengeboran ini telah disiapkan sejak 2018 lalu. Persiapan dimulai dengan berbagai studi bawah permukaan dan development,  persetujuan perijinan dari para pemangku kepentingan, dua kali drill on paper , serta survei geoteknikal yang dilaksanakan pada 4 hingga 11 April 2020. "Pengeboran ini dilakukan menggunakan jack up rig Hakuryu 14, satu dari dua jack up rig yang dioperasikan Pertamina Hulu Mahakam," jelas dia. 

Adapun target kedalaman mencapai 1.600 meter pada primary objective hingga 2.700 m pada secondary objective dari permukaan air laut. Pengerjaan proyek yang  diperkirakan berdurasi antara 70 sampai 90 hari ini diharapkan berhasil menemukan cadangan baru yang ekonomis untuk diproduksi dan menjadi batu lompatan untuk berbagai proyek eskplorasi lain di masa depan.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait