Pandemi Corona Belum Berakhir, Wabah Ebola Kembali Merebak di Kongo

Kongo saat ini tak hanya menghadapi wabah ebola yang kembali merebak, tetapi juga pandemi corona dan wabah campak yang belum berakhir.
Image title
2 Juni 2020, 09:11
kongo, wabah ebola, pandemo corona, wabah campak, afrika
ANTARA FOTO/REUTERS/Siphiwe Sibeko/AWW/dj
Ilustrasi. Wabah ebola kembali merebak di Kongo.

Republik Kongo melaporkan wabah ebola kembali merebak di negara tersebut. Negara Afrika ini kini juga tengah berjuang melawan pandemi virus corona dan wabah campak.

Mengutip situs resmi WHO, informasi awal dari Kementerian Kesehatan Kongo mendeteksi enam kasus Ebola di Wangata, Mbandaka. Empat orang telah meninggal dunia dan dua orang masih dalam perawatan. Adapun kemungkinan jumlah kasus meningkat setelah identifikasi dan pengawasan ditingkatkan.

"Ini adalah pengingat bahwa Covid-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Meskipun banyak perhatian saat ini tertuju pada pandemi corona, ia menegaskan, WHO terus memantau dan merespons banyak keadaan darurat kesehatan lainnya.

Advertisement

Ini merupakan wabah ebola yang ke-11 yang terjadi di Kongo, sejak virus itu pertama kali ditemukan di negara Afrika tersebut pada 1976. Kota Mbandaka dan daerah sekitarnya adalah tempat wabah Ebola ke-9 dari Republik Demokratik Kongo, yang terjadi sejak Mei hingga Juli 2018.

(Baca: Trump Akhiri Hubungan AS dengan WHO di Tengah Pandemi Corona)

“Ini terjadi pada saat yang penuh tantangan, tetapi WHO telah bekerja selama dua tahun terakhir dengan otoritas kesehatan, CDC Afrika dan mitra lainnya untuk memperkuat kapasitas nasional untuk menanggapi wabah,” Direktur Regional WHO untuk Afrika Matshidiso Moeti.

WHO pun berencana mengirim tim untuk mendukung peningkatan respons. "Mengingat kedekatan wabah baru ini dengan rute transportasi yang sibuk dan negara-negara tetangga yang rentan, kita harus bertindak cepat," kata Moeti.

Badan Kesehatan Dunia itu sudah berada di Mbandaka guna mendukung respons terhadap wabah ini. Ini merupakan bagian dari kapasitas yang dibangun selama wabah 2018.

Tim mendukung pengumpulan dan pengujian sampel, dan rujukan ke laboratorium nasional untuk konfirmasi. Pelacakan kontak sedang berlangsung.

(Baca: WHO Desak RI Setop Hidroksiklorokuin dan Klorokuin untuk Obati Corona)

Pekerjaan sedang berlangsung untuk mengirim pasokan tambahan dari Kivu Utara dan dari Kinshasa untuk mendukung respons yang dipimpin pemerintah. Sebanyak 25 orang lagi diperkirakan akan tiba di Mbandaka besok.

WHO juga bekerja untuk memastikan bahwa layanan kesehatan penting diberikan kepada masyarakat terlepas dari kejadian darurat ini.

Wabah Ebola ke-10 Republik Demokratik Kongo, di provinsi Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Ituri, sedang dalam tahap akhir. Pada 14 Mei 2020, Departemen Kesehatan memulai penghitungan 42 hari untuk deklarasi akhir wabah itu.

Hingga 31 Mei, Kongo juga mencatatkan 3.195 kasus positif virus corona dengan 72 kematian. Sejak 2019, negara Afrika ini juga memiliki 369 520 kasus campak dengan 6779 kematian telah dilaporkan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait