Moeldoko Lantik Lima Deputi Kantor Staf Presiden, Ini Profilnya

Kepala Staf Presiden Moeldoko telah melantik lima deputi sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo.
Dimas Jarot Bayu
22 Juni 2020, 10:24
jokowi, kepala staf presiden, deputi ksp
Kantor Staf Presiden
Kepala Staf Presiden Moeldoko melantik lima deputi KSP di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (22/6).

Kepala Staf Presiden Moeldoko telah melantik lima deputi KSP di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (22/6). Pelantikan kelima deputi KSP tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2020 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan KSP.

Adapun, kelima orang yang dilantik, antara lain Febry Calvin Tetelepta sebagai Deputi I KKSP, Abetnego Panca Putra Tarigan sebagai Deputi II KSP, Panustan S Sulendrakusuma sebagai Deputi III. Kemudian, Juri Ardiantoro sebagai Deputi IV KSP dan Jaleswari Pramodhawardani sebagai Deputi V KSP.

Pelantikan kelimanya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Usai pelantikan, Moeldoko berpesan bahwa jabatan di KSP memiliki tanggung jawab yang besar dalam membantu kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Terlebih, dalam masa pandemi virus corona Covid-19 seperti saat ini. "Tentu dibutuhkan kerja keras, cepat dan tepat untuk menanggulangi persoalan yang ada," kata Moeldoko dalam rilis yang diterima Katadata.co.id, Senin (22/6).

(Baca: Temui Jokowi, Purnawirawan TNI Minta Pancasila Tak Diganggu di RUU HIP)

Moeldoko mengatakan, ada empat sektor yang harus menjadi perhatian pada deputi KSP agar penanganan corona dapat optimal. Salah satunya, kesehatan yang terkait ketersediaan obat, perluasan tes, dan pelacakan kasus.

Ada pula sektor sosial yang berhubungan dengan bantuan sosial, pengendalian angka kemiskinan, dan daya beli masyarakat. "Kita harus bisa menjaga ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, UMKM dan investasi. Sehingga ekonomi tetap bergerak dan tumbuh ditengah pandemi ini," kata Moeldoko.

Dengan formasi deputi yang sudah lengkap, Moeldoko meyakini KSP bisa menjalankan tugas dengan baik. Dia pun meminta agar para deputi KSP bisa menjadi panutan di tim yang dipimpinnya.

"Seorang deputi harus bisa menciptakan iklim kerja kreatif dan inovatif sehingga timnya dapat memberikan masukan out of the box," kata Moeldoko.  

Berikut profil kelima deputi baru KSP: 

Febry Calvin Tetelepta

Advertisement

Lahir di Ambon pada 14 Februari 1969. Febry memperoleh gelar sarjana filsafat dari Universitas Kristen Indonesia Ambon, Maluku dan Magister Hukum dari UKI Jakarta.

(Baca: Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Turun, KSP: Publik Berhak Menilai)

Febry diketahui menjadi Tenaga Ahli Utama KSP sejak 2015 membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan. Pada 2015, Febry juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF). Dia juga memiliki pengalaman sebagai komisaris pada sebuah perseroan milik swasta.

Abetnego

Lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara  pada 1 Juni 1976. Dia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Institut Bisnis Nusantara  Jakarta. Saat ini, Abetnego sedang menyelesaikan studi di Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Jakarta.

Abetnego pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Sawit Watch dan Direktur Eksekutif Walhi. Dia lantas menjadi Tenaga Ahli Utama KSP yang membidangi isu lingkungan sejak 2016.

Panutan S Sulendrakusuma

Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 17 Oktober 1967. Panutan meraih dua gelar sarjana strata satu dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran dan Sarjana Hukum dari UI.

Gelar magister teknik dan manajemen industri diperolehnya dari Institut Teknologi Bandung. Kemudian, Panutan meraih gelar doktor bidang manajemen keuangan dari Universitas Indonesia.

Sebelum menjadi Deputi KSP, Panutan dikenal sebagai akademisi di bidang ekonomi. Dia juga pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalbe.

(Baca: KSP Klaim Pemerintah Tak Longgarkan PSBB, tapi juga Pentingkan Ekonomi)

Juri Ardiantoro

Pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah pada 6 April 1973. Juri meraih gelar S3 jurusan sosiologi di University of Malaya, Malaysia.

Sebelum berada di KSP, Juri pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat pada 2016-2017. Pada 2018, dia dilantik menjadi Tenaga Ahli Utama (TAU) di KSP. Selain itu, Juri diketahui masih menjadi salah satu ketua di PBNU.

Jaleswari Pramodhawardani

Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada 11 Agustus 1964. Jaleswari meraih gelar sarjana strata satu dari FISIP Untag 1945 Jakarta. Sedangkan, gelar S2 diperoleh dari Pusat Studi Kajian ilmu Wanita UI.

Sebelumnya, Jaleswari lebih dikenal sebagai peneliti senior LIPI di bidang militer, pertahanan, dan keamanan. Jaleswari menjabat sebagai Deputi V KSP sejak 2016 hingga 2019. Kini dia dilantik kembali di jabatan yang sama.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait