Dorong Produksi, Terawan Pastikan Harga Rapid Test Bakal Lebih Murah

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan harga rapid test akan semakin murah dengan peningkatan produksi.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
30 Juni 2020, 15:07
menteri kesehatan, terawan agus putranto, rapid test, harga rapid test
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan ada peningkatan produsen alat kesehatan yang signifikan sejak Februari-Juni 2020.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah tengah menggalakkan produksi tes cepat atau rapid test Covid-19 di dalam negeri. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan harga rapid test  akan semakin murah dengan peningkatan produksi tersebut. 

"Jelas harganya akan jauh lebih murah dan sudah kami dorong," kata Terawan dalam Webinar 4 Bulan Bung Karno, Selasa (30/6).

Terawan menjelaskan, sudah ada satu jenis rapid test buatan dalam negeri yang telah beredar di tengah masyarakat. Produk tersebut buatan PT Indec Diagnostics Indonesia.

(Baca: Laboratorium Prodia Kini Layani Pemeriksaan PCR Covid-19)

Sementara alat rapid test buatan PT Biofarma, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Laboratorium Heptika  masih dalam proses produksi.  "Mudah-mudahan kalau produksi ini bisa segera dicapai jumlahnya besar, dapat termanfaatkan dengan cepat dengan harga jauh lebih murah," kata Terawan.

Selain alat rapid test, pemerintah juga terus mendorong produksi reagen PCR kit di dalam negeri. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan ventilator buatan anak bangsa.  Ini dilakukan dengan melakukan sinergi antara Kementerian Kesehatan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian dalam menciptakan inovasi ventilator.

Kementerian Kesehatan pun terus mendampingi pengembangan ventilator yang dibuat oleh 36 inovator dari dalam negeri.  "Sebanyak empat inovator telah berizin edar," kata Terawan.

(Baca: Jumlah Kasusnya Melonjak, Jatim Jadi Zona Merah Virus Corona)

Terawan juga menyebutkan ada peningkatan produsen alat kesehatan yang signifikan sejak Februari-Juni 2020. Dia berharap hal tersebut dapat mendukung ketersediaan produk alat kesehatan yang dibutuhkan, khususnya untuk penanganan corona.

Jumlah kasus corona di Jakarta pada Senin (29/6) bertambah 1.082 orang per 29 Juni 2020. Total Kasus mencapai 55.092 dengan 23.800 pasien dinyatakan sembuh dan 2.805 orang meninggal dunia, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini. 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait