Tujuh Investor Bakal Relokasi Pabrik ke RI, Mayoritas dari Tiongkok

Presiden Joko Widodo memastikan ada tujuh investor asing yang akan merelokasi pabriknya ke Indonesia.
Dimas Jarot Bayu
30 Juni 2020, 15:58
joko widodo, tiongkok, pandemi corona, investor asing
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/aww.
Presiden Joko Widodo memerintahkan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk terus mengejar komitmen investasi dari 17 perusahaan yang sudah menanamkan modal di Indonesia.

Presiden Joko Widodo memastikan ada tujuh investor asing yang akan merelokasi pabriknya ke Indonesia. Sebagian besar investor tersebut berasal dari Tiongkok.

"Saya senang hari ini sudah ada yang masuk tujuh. Sudah pasti ini yang tujuh," kata Jokowi saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Ketujuh investor tersebut, yakni PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia (Alpan), PT Kenda Rubber Indonesia. Kemudian, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan PT LG Electronics Indonesia.  Adapun Meiloon merelokasi pabriknya dari Suzhou, Tiongkok. Pabrik ini akan menyerap lebih dari 8 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi US$ 90 juta.

Sagami berencana merelokasi pabriknya dari Shenzen, Tiongkok. Perusahaan elektronik untuk komponen kendaraan bermotor itu menilai biaya produksi dan tenaga kerja di Indonesia lebih kompetitif dibandingkan di Tiongkok.

Rencananya, Sagami akan menyerap lebih dari 6.500 tenaga kerja. Rencana investasi Sagami di Indonesia diperkirakan senilai US$ 50 juta.

(Baca: Buka Kawasan Industri Batang, Jokowi Incar Relokasi Pabrik Tiongkok)

Kemudian, CSD Asia akan merelokasi pabriknya dari Xiamen, Tiongkok. Perusahaan ini diperkirakan menyerap lebih dari 3.500 tenaga kerja dengan nilai investasi sebesar US$ 14 jua.

CDS Asia merelokasi pabriknya karena tarif impor produknya dari Indonesia ke Amerika sebesar 0%. Sementara dari Tiongkok, CDS Asia akan dikenakan tarif bea masuk sebesar 25%.

Lalu Kenda merelokasi pabriknya dari Shenzen, Tiongkok karena peningkatan permintaan pasar di Indonesia. Perusahaan ini diperkirakan menyerap 3 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi sebesar US$ 150 juta.

Denso merelokasi pabriknya dari Jepang karena memandang Indonesia sebagai lokasi terbaik investasi setelah melakukan riset ke berbagai negara di Asia Tenggara. Pembukaan pabrik Denso di Tanah Air diperkirakan dapat menyerap 1.500 tenaga kerja dengan nilai investasi US$ 138 juta.

Advertisement

Panasonic merelokasi pabriknya dari Tiongkok karena ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar basis ekspor bagi beberapa kategori produk home appliances. Rencananya, pabrik Panasonic akan bisa menyerap 1.400 tenaga kerja.

(Baca: Jokowi Khawatir Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Negatif)

LG merelokasi pabriknya dari Korea Selatan dan berencana menjadikan Indonesia sebagai regional hub baru yang menjangkau pasar Asia dan Australia. Pembukaan pabrik LG di Indonesia diperkirakan bisa menyerap 6.010 tenaga kerja dengan nilai investasi US$ 378 juta.

Selain ketujuh perusahaan tersebut, Jokowi menyebut ada 17 investor yang sudah berkomitmen untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Sudah masuk ke 60% hampir 100%," kata dia.

Jokowi lantas memerintahkan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk terus mengejar komitmen investasi dari 17 perusahaan tersebut. Dia juga meminta Bahlil untuk bisa mempermudah proses perizinan 17 investor tersebut ketika menanamkan modalnya di Indonesia.

"Disampaikan fasilitas apa yang ingin kita berikan, baik urusan lahan, urusan izin, urusan listrik, gas, dan lain-lain yang ini akan memberikan sebuah daya saing negara kita dalam rangka mereka mau merelokasi ke Indonesia," katanya.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait