Kasus Corona di AS Tembus 3 Juta, Lonjakan Terjadi di 24 Negara Bagian

Lonjakan kasus baru membuat banyak negara bagian AS kekurangan ranjang di unit perawatan intensif atau ICU di rumah sakit.
Image title
8 Juli 2020, 14:37
kasus corona, lonjakan kasus baru, virus corona, ICU, rumah sakit, pandemi corona, amerika serikat, gelombang dua corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Leon Kuegeler/WSJ/dj
Ilustrasi. Jumlah kematian di AS akibat corona telah mencapai lebih dari 131 ribu orang.

Virus corona telah menginfeksi lebih dari tiga juta orang di Amerika Serikat hingga Selasa (7/7). Banyak negara bagian AS yang melaporkan kekurangan ranjang di unit perawatan intensif atau ICU di rumah sakit.

Dikutip dari Reuters, pihak berwenang melaporkan lonjakan kasus harian selama dua pekan terakhir di lebih dari 24 negara bagian di AS. California, Hawaii, Idaho, Missouri, Montana, Oklahoma dan Texas pada hari Selasa memecahkan rekor tertinggi angka harian kasus baru.

Kenaikan tertinggi terjadi di Texas dan California. Dua negara bagian AS terbesar ini masing-masing memiliki lebih dari 10.000 kasus. Sekitar 24 negara telah melaporkan tingkat infeksi yang sangat tinggi terutama seiring tes yang dilakukan selama seminggu terakhir. Di Texas saja, jumlah pasien rawat inap naik lebih dari dua kali hanya dalam dua minggu.

Tren ini telah mendorong lebih banyak orang Amerika untuk mencari pengecekan Covid-19. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya menambah tempat pengujian seiring lonjakan permintaan tes di tiga wilayah metropolitan yakni Florida, Louisiana, dan Texas.

Advertisement

(Baca: WHO: Muncul Bukti Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Udara)

Di Houston, lebih dari 200 mobil mengantre berjam-jam di sekitar United Memorial Medical Center untuk memperoleh pengujian. Beberapa telah tiba malam sebelumnya untuk mengamankan tempat antrean di situs drive-through.

"Saya diuji karena adik laki-laki saya positif," kata Fred Robles (32) yang menghabiskan malam itu di mobilnya untuk mendapatkan tes Covid-19. "Ada begitu banyak orang yang perlu diuji, tidak ada yang dapat Anda lakukan."

Dean Davis yang kehilangan pekerjaannya karena pandemi, mengatakan tiba di lokasi pengujian pada pukul tiga pagi, Selasa (7/7). Pria berusia 32 tahun menunggu berjam-jam pada Senin tapi gagal mendapatkan tes.

"Biarkan aku sampai di sini jam tiga, mungkin tidak akan ada orang di sini," kata Davis. "Aku sampai di sini, sudah ada garis."

Di Florida, lebih dari empat lusin rumah sakit di 25 dari 67 kabupaten melaporkan bahwa unit perawatan intensif mereka mencapai kapasitas penuh. Menurut Badan Administrasi Perawatan Kesehatan negara bagian, hanya 17% dari total 6.010 tempat tidur ICU dewasa di seluruh negara bagian yang tersedia pada hari Selasa, turun dari 20% pada tiga hari sebelumnya.

(Baca: BI Proyeksi Kemiskinan Bertambah jadi 30,3 Juta Orang Imbas Pandemi)

Tambahan pasien rawat inap telah membebani sistem perawatan kesehatan di banyak daerah, yang mengarah pada peningkatan korban jiwa. Di Amerika Serikat, lebih dari 131 ribu orang telah meninggal dunia akibat Covid-19.

Terdapat 923 dari kematian baru dilaporkan pada Selasa (7/7), korban satu hari terbesar sejak 10 Juni tetapi masih jauh lebih sedikit dari rekor 2.806 yang dihitung kembali pada April.

Sebuah model dari Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan Universitas Washington memproyeksikan bahwa jumlah kematian di AS akibat virus corona mencapai 208.000 pada 1 November. Harapan bahwa penurunan transmisi virus akan terjadi saat musim panas tidak pernah terwujud.

Presiden Donald Trump sebelumnya mendorong negara-negara bagian untuk memulai kembali ekonomi dan mendesak orang Amerika untuk kembali ke rutinitas normal mereka. Ia juga menekan para gubernur negara bagian untuk membuka kembali sekolah pada musim gugur.

(Baca: PBB Umumkan Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO 6 Juli 2021)

Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan beberapa orang ingin sekolah ditutup karena alasan politik. "Tidak mungkin, jadi kami akan sangat menekan gubernur dan semua orang untuk membuka sekolah," katanya. 

Pandemi corona telah memukul perekonomian seluruh dunia, seperti terlihat dalam Databoks di bawah ini.

Infeksi Covid-19 baru meningkat di 42 negara bagian, berdasarkan analisis Reuters selama dua minggu terakhir. Pada Selasa sore, jumlah kasus AS yang dikonfirmasi telah melampaui iga juta, mempengaruhi hampir satu dari setiap 100 orang Amerika atau setara dengan populasi Nevada.

Di Arizona, titik panas penyebaran virus corona lainnya, tingkat tes virus corona membuat jumlah kasus positif kembali naik menjadi 26% untuk pekan yang berakhir 5 Juli. Sebanyak 24 negara bagian AS kini memiliki tingkat positif corona mencapai lebih dari 5% dari total penduduk, angka yang dianggap Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO berbahaya. 

Lonjakan kasus ini telah memaksa pihak berwenang untuk mundur pada langkah-langkah pelonggaran pembatasan, seperti membuka restoran dan bar, setelah lockdown yang dilakukan pada Maret dan April.

Total kasus virus corona di seluruh dunia berdasarkan data Worldometers.info mencapai hampir 12 juta dengan kematian lebih dari 560 ribu orang. Sebanyak 6,9 juta orang telah sembuh, tetapi masih ada 4,5 juta kasus aktif. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait