Jokowi Kirim 10 Ribu Paket Sembako untuk Korban Banjir Bandang Sulsel

Banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan telah menewaskan 38 orang dan membuat lebih dari 14 ribu orang terpaksa mengungsi.
Dimas Jarot Bayu
22 Juli 2020, 17:57
jokowi, bantuan sembakol, banjir bandang, banjir bandang kabupaten luwu utara, bantuan jokowi
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Presiden Joko Widodo mengirimkan sejumlah bantuans sembako untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7). Secara keseluruhan, ada 10 ribu paket sembako yang dikirimkan

Berdasarkan keterangan resmi Istana Kepresidenan, tiap paket bantuan sembako itu terdiri dari beras sebanyak 5 kilogram, satu liter minyak goreng, satu kilogram gula, dan satu kotak teh celup. Selain paket sembako, Jokowi juga menyerahkan 900 paket bantuan yang terdiri atas selimut, sarung, susu balita, handuk dewasa, dan popok balita.

Bantuan sembako tersebut diserahkan langsung oleh tim dari Sekretariat Presiden bersama Paspampres di posko penanganan darurat bencana alam Kecamatan Baebunta, Luwu Utara. Adapun, 3 ribu paket bantuan sembako tersebut diserahkan simbolis kepada Bupati Luwu Utara Indah Putri Andriani.

Jokowi sebelumnya telah memerintahkan jajarannya untuk menangani dampak banjir bandang di Luwu Utara. Ini untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang agar dapat segera pulih.

Dia pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana tersebut. "Kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberi-Nya kesabaran dan kekuatan," kata Jokowi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (17/7).

Sementara itu, Komandan Korem 142/Taroada Tarogau Brigjen TNI Firman Dahlan mengatakan, penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang di Luwu Utara pada saat pandemi virus corona Covid-19 ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapinya. Kondisi paling rawan, lanjutnya, berada di tempat pengungsian.

"Sehingga langkah yang kita lakukan adalah mengatur pengungsi sesuai dengan protokol kesehatan," kata Firman.

Banjir bandang di Luwu Utara telah menelan korban jiwa hingga 38 orang hingga 21 Juli 2020. Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi BPBD Luwu Utara, ada 9 orang yang masih dalam proses pencarian.

Adapun sebanyak 106 orang luka-luka akibat bencana ini. Selain itu, ada 14.483 orang dari 3.627 KK yang mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada 1.311 kejadian bencana alam dari awal tahun hingga Rabu (20/5). Detail jenis bencana yang pernah terjadi dapat dilihat dalam grafik di bawah ini

Advertisement
Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait