RSD Wisma Atlet Klarifikasi soal Satu Pasien Positif Corona Kabur

RSD Wisma Atlet mengklarifikasi satu pasien positif corona yang sebelumnya dinyatakan kabur, ternyata telah meminta izin untuk mengisolasi diri di rumah.
Image title
Oleh Agustiyanti
26 Juli 2020, 20:21
Petugas melintasi salah satu gedung wisma atlet Palembang, Sumsel, Senin (8/6/2020). Seiring dengan meningkatnya permintaan isolasi, Pemerintah Provinsi Sumsel berencana untuk menambah tiga tower wisma atlet untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
ANTARA FOTO/Feny Selly/hp.
Ilustrasi. RSD Wisma Atlet memberikan klarifikasi terkait satu pasien yang sebelumnya dinyatakan kabur.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet memberikan klarifikasi terkait satu orang pasien positif virus corona yang sebulumnya disebut kabur dari perawatan. Koordinator Operasional RSD Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Corps Kesehatan Militer Stevanus Doni mengatakan pasien bernama Suyanto ternyata tidak kabur, melainkan sudah meminta izin untuk mengisolasi diri di rumah.

"Berkaitan dengan Suyanto, sebenarnya sudah konfirmasi terlebih dahulu ke bagian keperawatan dan sedang diproses administrasinya, tetapi karena ketidaktahuan pasien sehingga mereka tidak sabar menunggu proses administrasinya sehingga meninggalkan rumah sakit," ujar Doni seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Minggu (26/7).

Sebelumnya, pernyataan tertulis yang beredar ke sejumlah media melaporkan bahwa satu pasien diduga kabur dari RSD Wisma Atlet Kemayoran pada Sabtu (25/7/2020).

"Pasien atas nama Suyanto, laki-laki, 39 tahun," kata Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangan tertulis.

 Doni menjelaskan, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi saat pasien Covid-19 ingin melaksanakan isolasi mandiri atau pindah rujukan ke RS lain. Syarat itu antara lain, surat persetujuan dari dokter yang menangani hingga hasil penelusuran tim psikologi klinis RSD Wisma Atlet untuk mendapat persetujuan dari lingkungan tempat tinggal.

"Harus memenuhi kriteria di antaranya administrasi persetujuan dari dokter yang menangani, tim psikologi klinis RSD Wisma Atlet untuk dilakukan edukasi dan tim pengawasguna dilakukan penelusuran melalui Dinkes tempat domisili pasien untuk mendapatkan surat dari RT/RW tentang kesediaan warga setempat menerima kembali pasien dalam lingkungan tempat tinggal," kata Doni.

Persyaratan Suyanto untuk melaksanakan isolasi mandiri sedang diproses oleh pihak RSD Wisma Atlet. Namun, Suyanto disebut tidak sabar dan pergi meninggalkan RSD Wisma Atlet.

 Pihak rumah sakit pun langsung melakukan pengecekan dan mendapati Suyanto sudah pulang ke tempat tinggalnya yang terletak di salah satu Apartemen kawasan Senen, Jakarta Pusat. Saat ini, Suyanto tengah mengajukan pemindahan isolasi ke RS Gading Pluit kepada Ketua RW setempat.

"Bila pasien yang minta untuk dirujuk ke rumah sakit selain RSD Wisma Atlet sebenarnya mudah, nanti akan diberikan surat rujukan rumah sakit yang dituju. Aturan untuk keluar pasien dari RSD Wisma Atlet sudah ditentukan yaitu pada pukul 10.00 WIB dan pukul 17.00 WIB setiap harinya," ujarnya.

Suyanto masuk ke RSD Wisma Atlet pada tanggal 21 juli 2020. Ia ditempatkan di Lantai 32 kamar 19. Namun, karena kurang mengerti tentang prosedur rujukan, Suyanto memilih mendahului keluar rumah sakit pada tanggal 25 Juli 2020.

Pasien positif Covid-19 bertambah 1.492 orang per 26 Juli 2020. Total Kasus mencapai 98.778 dengan 56.655 pasien dinyatakan sembuh dan 4.781 orang meninggal dunia.

Reporter: Antara
Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait