Pemerintah Siapkan Rp 3 T Beri Subsidi Abonemen Listrik Industri

Pemerintah memberikan insentif abonemen listrik sebesar Rp 3 triliun untuk pelanggan PLN di sektor sosial, bisnis, dan industri.
Image title
27 Juli 2020, 15:54
diskon listrik, diskon abonemen listrik, insentif pemerintah, pandemi corona
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ilustrasi. Pemerintah telah mengalokasikan insentif sebesar Rp 3 triliun untuk mensubsidi abonemen listrik industri.

Pemerintah bakal menyubsidi pembayaran abonemen listrik pelanggan PT PLN di sektor sosial, bisnis, dan industri. Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan insentif sebesar Rp 3 triliun

"Ini sudah diberikan dan segera Peraturan Menteri Keuangan dipersiapkan" kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (27/7).

Jumlah pelanggan PLN pada sektor sosial mencapai 112.223 pelanggan, sektor bisnis 330.653, dan industri 28.886 pelanggan. Subsidi rencananya akan diberikan sebesar Rp 285,9 miliar untuk sektor sosial, Rp 1,3 triliun untuk sektor bisnis, dan industri Rp 1,4 triliun

 Mengacu pada biaya minimum periode Juli-Desember, pelanggan pada sektor sosial semestinya membayar Rp 521,7 miliar, pelanggan bisnis membayar Rp 2,37 triliun, dan pelanggan industri Rp 2,7 triliun. Secara total, ketiga sektor itu harus membayar Rp 5,6 triliun. Namun dengan membayar sesuai penggunaan, pelanggan sektor sosial hanya perlu membayar Rp 235,8 miliar, pelanggan sektor bisnis membayar Rp 1,06 triliun, dan industri Rp 1,31 triliun.

"Jadi total yang dibayar pengguna listrik sektor sosial, bisnis, dan industri sebesar Rp 2,6 triliun," ujarnya.

Pemerintah sebelumnya menggeratiskan tagihan listrik pelanggan rumah tangga 450 VA dan memberikan diskon tarif listrik bagi pelanggan 900 VA. Pemberian subsidi tersebut pun akan diperpanjang hingga Desember 2020.

Sebelumnya, Direktur Bina Usaha Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan, pendapatan PLN dari sektor bisnis industri manufaktur dan perhotelan bisa mencapai Rp 9,1 triliun per bulan. Kendati demikian, upaya pemberian stimulus menjadi fokus pemerintah untuk membangkitkan perekonomian yang terpukul pandemi.

"Industri termasuk pertokoan, hotel, dan mal ini yang jadi fokus kami saat ini, di mana dari bisnis dan industri ini kalau ditotal ada 682.691 pelanggan. Dalam sebulan pendapatan PLN dari golongan tersebut Rp 9,1 triliun. Ini angka yang tidak sedikit jadi perlu didiskusikan untuk golongan industri ini," kata dia dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (15/6).

 

Menurut dia, sektor industri tersebut menyumbangkan 65% pendapatan PLN, sedangkan bisnis di sektor lainnya terdapat 55.553 pelanggan dengan kontribusi pendapatan Rp 6 triliun atau setara 35% setiap bulannya.

Konsumsi listrik nasional terus meningkat. Pada 2015, konsumsinya baru 910 kilowat jam  per kapita. Kemudian meningkat menjadi 1.084 kWh/kapita pada 2019.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait