Cegah Klaster Idul Adha, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Disiplin

Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat Idul Adha agar tak muncul klaster-klaster baru.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
30 Juli 2020, 14:26
klaster corona, panduan idul adha, protol kesehatan idul adha, pandemi corona, virus corona
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi. Masyarakat yang bakal melaksanakan salat Idul Adha wajib mengenakan masker dan menjaga jarak dan membawa peralatan salat masing-masing.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perayaan Idul Adha dikhawatirkan meningkatkan penyebaran virus corona. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat Hari Raya agar tak muncul klaster-klaster baru. 

"Kita harus benar-benar berdisiplin untuk menjaga diri, keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan tempat kerja agar tidak menjadi klaster terbaru penularan Covid-19," kata Doni di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (30/7).

Masyarakat yang bakal melaksanakan salat Idul Adha wajib mengenakan masker dan menjaga jarak dan membawa peralatan salat masing-masing. Pintu atau jalan masuk ke masjid pun harus dibatasi agar mudah melakukan pengecekan suhu jemaah. Lalu, pelaksanaan salat dan khotbah diperpendek tanpa mengurangi syarat dan rukunnya.

Adapun, pemotongan hewan kurban harus dilakukan di tempat terbuka. Hewan kurban yang akan disembelih harus dipastikan dalam keadaan sehat.

Petugas pemotongan hewan kurban diwajibkan menggunakan masker dan membawa peralatan masing-masing. Pemotongan kurban harus dilakukan dengan menjaga jarak dan mencegah kerumunan orang.

Selain itu, pembagian daging kurban diimbau tidak dilakukan di satu lokasi. Para petugas diminta untuk bisa mengantarkan langsung daging kurban ke alamat penerima.

Dalam kesempatan tersebut, Doni juga mengingatkan bahwa pandemi corona telah mengakibatkan banyak masyarakat terkena terkena pemutusan hubungan kerja. Perayaan Idul Adha dapat menjadi momentum untuk meringankan beban mereka yang berpotensi tidak mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi.

"Momentum Idul Adha saat yang tepat untuk kita membangkitkan rasa kebersamaan dan saling berbagi," kata Doni.

Menteri Agama Fachrul Razi menambahkan, masyarakat diharapkan membagikan daging kurban sebanyak mungkin kepada orang-orang yang membutuhkan. Menurut Fachrul, pembagian daging kurban itu bakal sangat bermanfaat untuk mereka yang kesulitan mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi.

Dia pun mengajak masyarakat untuk bisa meningkatkan pengelolaan zakat, infak, sedehkah, wakaf, serta rasa kepedulian untuk saling menolong. "Terutama di tengah kondisi masyarakat yang banyak mengalami krisis akibat terdampak Covid-19," kata Fachrul.

 Pasien positif Covid-19 bertambah 2.381 orang per 29 Juli 2020. Total Kasus mencapai 104.432 dengan 62.138 pasien dinyatakan sembuh dan 4.975 orang meninggal dunia.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait