Kiat Unilever di Masa Pandemi: Efesiensi Waktu dalam Inovasi Produktif

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi menilai efesiensi waktu dalam inovasi produk sangat penting di saat krisis seperti saat ini.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
11 Agustus 2020, 15:24
unilever, pandemi vurus corona. virus corona, inovasi produk
Katadata
Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi dalam Webinar Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia yang diselenggarakan Katadata.co.id, Selasa (11/8).

Pandemi Covid-19 memukul banyak bisnis di Indonesia. Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi menilai efesiensi waktu dalam inovasi produk sangat penting di saat krisis seperti ini.

"Dalam waktu kurang dari 8 bulan kami mengembangkan produk yang dibutuhkan pasar selama pandemi seperti handsanitizer," kata Hemant dalam Webinar Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia yang diselenggarakan Katadata.co.id, Selasa (11/8).

Efisiensi waktu juga  sangat bisa dilakukan apalagi jika perusahaan menerapkan kebijakan work from home. Kebijakan WFH membuat pekerja sebenarnya membuat pekerja tak lagi berkutat dengan perjalanan di Jakarta yang memakan waktu.

"Ini membuat produktivitas pekerja meningkat," ujarnya.

Namun, Hermant tak memungkiri bahwa kinerja penjualan perusahaannya tetap terdampak pandemi. Hanya saja, ia merasa dampak tersebut tak terlalu dalam pada perusahaannya yang menyajikan kebutuhan pokok.

Unilever  sebelumnya mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 21,77 triliun pada semester I-2020. Capaian tersebut naik 1,5% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Meski begitu, jika melihat periode triwulan II-2020 saja, penjualan Unilever turun 1,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Begitu pula dengan penjualan domestik yang pada periode April-Juni 2020 turun 1,2% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan penjualan pada enam bulan pertama tahun ini didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik sebesar 1,6% secara year on year (yoy)," kata Direktur Keuangan Unilever Arif Hudaya dalam siaran resminya yang dikutip Jumat (24/7).

 Arif mengatakan bahwa turunnya kinerja selama kuartal II-2020 ini dipengaruhi oleh unit usaha Unilever Foods Solution. Menurut dia, kuartal II-2020 merupakan periode yang penuh tantangan. Pasalnya konsumen usaha unit ini adalah pelaku industri hotel, restoran dan café  yang bisnisnya paling keras terdampak pandemi

Jika melihat catatan penjualan domestik retail tanpa memasukkan unit UFS tersebut, maka kinerja Unilever lebih baik. Penjualan bersih semester I-2020 naik 2,4%, sementara periode hanya kuartal  II-2020 tercatat naik 0,4%. Adapun Unilever bakal mengumumkan laporan keuangan semester I-2020 secara menyeluruh pada 30 Juli 2020 mendatang.

Arif mengatakan bahwa di tengah kondisi yang penuh tantangan dan perubahan ini, Unilever fokus pada tiga hal penting. Pertama, melindungi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawan. Kedua, memastikan keberlangsungan bisnis dan pemenuhan kebutuhan produk untuk membantu konsumen menghadapi keseharian di masa yang penuh tantangan ini. "Ketiga, berkontribusi membantu masyarakat luas dalam berbagai upaya mengatasi pandemi Covid-19," kata Arif.

Pandemi corona memukul perekonomian Indonesia. Pada kuartal II 2020, ekonomi Indonesia kuartal II-2020 terkontraksi 5,32% dibandingkan pada periode yang sama 2019. Sementara itu, jika disandingkan dengan kuartal sebelumnya juga mengalami kontraksi sebesar 4,19%.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait