Rupiah Melemah ke 14.760 per Dolar AS, Paling Loyo di Asia

Kurs rupiah pada pasar spot sore ini, Rabu (12/8) melemah 0,55% ke level Rp 14.760 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
12 Agustus 2020, 17:04
kurs rupiah, rupiah melemah, stimulus AS
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi. Rupiah menjadi yang terlemah di antara mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah pada pasar spot sore ini, Rabu (12/8) melemah 0,55% ke level Rp 14.760 per dolar Amerika Serikat. Rupiah melemah lantaran belum ada kemajuan pembicaraan stimulus AS hingga saat ini.

Rupiah menjadi yang terlemah di antara pergerakan mata uang wilayah Asia. Mengutip Bloomberg, yen Jepang turun 0,27%, dolar Hong Kong dan Singapura masing-masing 0,01%, serta rupee India 0,07%.

Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,04%, peso Filipina 0,01%, ringgit Malaysia 0,04%, dan baht Thailand 0,06%. Adapun dolar Taiwan dan yuan Tiongkok stagnan.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR), rupia berada pada level Rp 14.777, turun 49 poin dari posisi kemarin.

Advertisement

 Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan belum adanya kabar soal perkembangan stimulus AS melemahkan sentimen terhadap aset berisiko. "Belum ada kemajuan pembicaraan antara dua partai berkuasa," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Rabu (12/8).

Petinggi Senat AS dari Partai Republik dan Demokrat mengkritik satu sama lain terkait kebijakan stimulus ekonomi. Hal itu menyebabkan tak ada pembahasan lanjutan tentang paket baru.

Padahal, stimulus itu terkait tunjangan bagi puluhan juta masyarakat AS yang kehilangan pekerjaan selama pandemi corona. "Saat ini ada keraguan tentang paket stimulus," kata Gary Cunningham, direktur riset pasar di Tradition Energy dilansir dari Reuters, Rabu (12/8).

Di sisi lain, Tjendra menilai mata uang Negeri Paman Sam terlihat menguat sejak semalam. "Ini karena indikasi pemulihan ekonomi di AS dari rilis data-data tenaga kerja dan indeks harga produsen bulan Juli yang lebih bagus dari proyeksi," ujarnya.

Dari sisi indikator tenaga kerja, US Non-Farm Payrolls membukukan penambahan sebesar 1,76 juta, lebih tinggi dibanding perkiraan, 1,48 juta. Sementara, tingkat pengangguran AS mengalami penurunan menjadi sebesar 10,2%, dari sebelumnya sebesar 11,1%.

US Wholesale Inventories juga menujukan pemulihan, dengan membukukan angka sebesar -1,4% secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan. 

Rupiah tadi pagi sempat dibuka  menguat di posisi Rp 14.640 per dolar AS dari posisi kemarin, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini. 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait