Pemerintah Alokasikan Rp 9,6 T untuk Bangun Lumbung Pangan hingga 2021

Pemerintah bakal membangun lumbung pangan atau food estate seluas 165 ribu hektare di Kalimantan Tengah dan 4.000 hektare di Sumatera Utara.
Dimas Jarot Bayu
17 Agustus 2020, 16:25
lumbung pangan, food estate, ketahanan pangan
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/aww.
Petani menanam padi di lahan bekas gambut di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (11/6/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan 165 ribu hektare (ha) lahan bekas pengembangan lahan gambut (PLG) dengan nilai Rp497,2 miliar di Kalimantan Tengah sebagai program pengembangan lumbung pangan baru.

Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan lumbung pangan atau food estate nasional mencapai Rp 9,6 triliun hingga 2021. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran tersebut antara lain bakal digunakan untuk pembangunan lumbung pangan di Kalimantan Tengah seluas 165 ribu hektare.

Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan lumbung pangan nasional sebesar 4.000 hektare di Sumatera Utara. “Kemudian masih di Kalimantan Tengah, ditambah lagi 60 ribu hektare,” kata Basuki dalam siaran langsung di TVRI, Senin (17/8).

Kementerian PUPR juga menargetkan penyelesaian pembangunan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat. hingga tahun depan. Pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp 9,5 triliun untuk pembangunan kedua proyek tersebut.

Proyek Kawasan Industri Terpadu Batang akan terbagi dua tahap pengembangan. Pada tahap pertama, kawasan yang akan dibangun mencakup areal 450 hektare. Sedangkan pada tahap kedua, pembangunan mencakup areal 4.300 hektare.

Advertisement

Sementara, KIT Subang rencananya berdiri di atas lahan seluas 11 ribu hektare. Proyek tersebut telah diinisiasi sejak tahun lalu, namun belum selesai juga hingga saat ini.

“Ini harus juga selesai tahun 2021 untuk bisa menarik investasi,” kata Basuki.

Lebih lanjut, Kementerian PUPR akan menyelesaikan lima destinasi wisata prioritas pada 2021. Kelima destinasi tersebut, antara lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“Itu fokus utama kami pada 2021, selain program reguler yang terbawa dari 2020 ke 2021 sampai 2024 nanti,” katanya.

 

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait