Ridwan Kamil Beberkan Kelebihan Pengembangan Vaksin Corona di Bandung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut harga vaksin Covid-19 buatan Bio Farma kemungkinan lebih murah dibandingkan vaksin impor.
Dimas Jarot Bayu
4 September 2020, 12:57
vaksin corona, covid-19, pandemi corona
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Suasana fasilitas produksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut vaksin yang dikembangkan Bio Farma akan lebih murah.

Pengembangan vaksin  Covid-19 oleh PT Bio Farma dan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan sejumlah kelebihan dari pengembangan vaksin corona di wilayahnya itu.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut, produksi vaksin akan lebih murah karena dikembangkan di Bandung. Harga vaksin kemungkinan lebih mahal jika dikembangkan di luar negeri karena ada biaya yang harus ditanggung saat akan diimpor ke Tanah Air. 

"Pasti jomplang banget. Pasti lebih murah," kata Emil dalam wawancara khusus kepada Katadata.co.id, Jumat (4/9).

Proses impor untuk mendatangkan vaksin kemungkinan juga akan rumit. Adapun dengan Bio Farma mampu memproduksi vaksin, Indonesia juga memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah vaksin yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan yakni jumlah penduduk mencapai 268,5 juta. 

Namun,  kapasitas produksi vaksin di Bio Farma saat ini baru mencapai 100 juta dosis. Selain itu, setiap orang harus divaksin sebanyak dua kali atau membutuhkan dua dosis. 
"Berarti kalau seluruh rakyat Indonesia disuntik, dosis vaksinnya harus lebih dari 500 juta," kata Emil.

Tantangan lainnya adalah melakukan program vaksinasi dalam waktu cepat setelah vaksin corona berhasil diproduksi. Jika hanya mengandalkan tenaga kesehatan yang ada saat ini, Emil ragu proses vaksinasi bisa selesai dalam setahun.

Advertisement

Untuk itu, Emil mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk melibatkan TNI/Polri dalam proses vaksinasi di masa mendatang. "Sehingga selain berhasil vaksinnya, cepat diproduksinya, cepat juga disuntikan, sehingga kita bisa kembali normal," kata dia.

WHO mencatat ada 188 kandidat vaksin untuk menyembuhkan virus corona per Senin (10/8). Perinciannya, sebanyak 139 vaksin masih dalam tahap pra-klinis atau masih diuji coba ke hewan.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait