Jumlah Penduduk Indonesia 270,2 Juta Tahun 2020, Terbanyak di Jabar

BPS mencatat jumlah penduduk Indonesia pada September 2020 bertambah 32,56 juta jiwa dibandingkan 2010 sebanyak 237,63 juta.
Agatha Olivia Victoria
21 Januari 2021, 17:08
bps, jumlah penduduk, pandemi corona, bps
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Ilustrasi. Pemukiman warga di dekat Jembatan Layang Pasupati di Bandung, Jawa Barat, Senin (23/9/2019). Badan Pusat Statistik mencatat Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak pada 2020.

Badan Pusat Statistik mencatat penduduk Indonesia pada September 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa, meningkat 32,56 juta jiwa dari tahun 2010 yang sebesar 237,63 juta jiwa. Penduduk terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, rata-rata laju pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat sebanyak 3,26 juta atau 1,25% per tahun selama 2010-2020. "Laju pertumbuhan ini dipengaruhi faktor kelahiran, kematian, dan migrasi," kata Suhariyanto dalam Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020, Kamis (21/1).

Tren laju pertumbuhan penduduk Indonesia kian menurun jika dibandingkan periode-periode sebelumnya. Ini didukung oleh kebijakan pemerintah dalam menekan pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana.

Sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu sebesar 151,59 juta penduduk atau 56,1% dari total penduduk Indonesia. Sebaran penduduk terbesar kedua terdapat di Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk sebanyak 58,56 juta orang atau 21,68%.

Advertisement

Pulau Sulawesi mempunyai sebaran sebesar 7,36% dan Pulau Kalimantan mempunyai sebaran sebesar 6,15%. Sedangkan wilayah Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua masing masing sebesar 5,54% dan 3,17%.

Suhariyanto mengatakan bahwa jumlah penduduk tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Barat sebesar 48,27 juta orang. Kemudian disusul Jawa Timur 40,27 juta, Jawa Tengah 36,52 juta, Sumatera Utara 14,8 juta, dan Banten 11,9 juta. "Persebaran ini tak banyak berubah ," ujarnya.

Sementara itu, jumlah penduduk terendah tercatat di Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 700 ribu orang. Lalu, Papua Barat 1,13 juta, Maluku Utara 1,28 juta, Sulawesi Barat 1,42 juta, dan Kepulauan Bangka Belitung 1,46 juta.

Jumlah penduduk laki-laki di Indonesia tercatat sebanyak 136,66 juta orang, atau 50,58% dari penduduk Indonesia. Sementara, jumlah penduduk perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang atau 49,42%. Dengan demikian, rasio jenis kelamin alias sex ratio penduduk Indonesia adalah sebesar 102, yang artinya terdapat 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Indonesia pada 2020.

Dari 270,20 juta penduduk Indonesia, sebesar 91,32% atau sekitar 246,74 juta penduduk berdomisili sesuai Kartu Keluarga (KK). Sementara sebanyak 8,68% atau sekitar 23,47 juta penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KK. Jumlah ini mengindikasikan banyaknya penduduk yang bermigrasi dari wilayah tempat tinggal sebelumnya karena sekarang sudah tidak tinggal pada alamat yang tercatat pada KK.

Adapun mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z (lahir pada tahun 1997 – 2012) dan Generasi Milenial (lahir pada tahun 1981 – 1996). Proporsi Generasi Z sebanyak 27,94% dari total populasi dan Generasi Milenial sebanyak 25,87%. Kedua generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Sementara, persentase penduduk usia produktif (15–64 tahun) terhadap total populasi pada tahun 2020 sebesar 70,72%. Sedangkan persentase penduduk usia nonproduktif (0–14 tahun dan 65 tahun ke atas) sebesar 29,28%. Persentase penduduk usia produktif sebesar itu menunjukkan bahwa Indonesia masih berada pada era bonus demografi.

Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia Teuku Riefky mengatakan tingginya penduduk di Jawa Barat memang alamiah terjadi. "Utamanya karena aktivitas ekonomi paling besar terjadi di provinsi tersebut," kata Riefky kepada Katadata.co.id, Kamis (21/1).

Kendati demikian, kondisi persebaran penduduk yang tidak merata akan menyebabkan makin terpusatnya tenaga kerja di pulau Jawa. Dengan demikian, pembangunan ekonomi kemungkinan bisa menjadi jauh lebih tidak merata.

Dia melanjutkan, semakin padatnya Pulau Jawa menyebabkan kompetisi yang semakin ketat dan mengancam kualitas hidup yang lebih rendah. Selain itu, kesenjangan sosial akan semakin melebar apabila penduduk yang lebih banyak di Pulau Jawa tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Potensi tersebut akan meningkatkan kriminalitas sehingga kualitas hidup semakin rendah. "Kuncinya adalah mendorong pembangunan dan penciptaan lapangan kerja di luar Jawa," ujar dia.

Di tengah laju pertembuhan Indonesia pada tahun lalu, empat negara tak mencatatkan kenaikan jumlah penduduk seperti terlihat dalam databoks di bawah ini. 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait