Turis Asing ke RI Anjlok 75% pada 2020, Paling Merosot Asal Tiongkok

Wisatawan asal Timor Leste tercatat paling banyak datang ke Indonesia mencapai 1 juta kunjungan meski masih turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Image title
1 Februari 2021, 13:19
wisatawan mancanegara, pandemi corona
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ilustrasi. Kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun lalu anjlok 75% dibandingkan 2019.

Pandemi Covid-19 membuat jumlah kunjungan turis asing sepanjang tahun lalu anjlok 75% dibandingkan 2019 menjadi 4,02 juta wisatawan. Wisatawan asal Timor Leste tercatat paling banyak datang ke Indonesia mencapai 1 juta kunjungan meski masih turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, pandemi Covid-19 membawa dampak buruk terhadap sektor pariwisata dan pendukungnya. Ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga banyak negara.

"Banyak negara yang merupakan pasar utama wisman kita masih memberlakukan larangan bepergian. Bahkan beberapa negara yang mengalami gelombang kedua Covid-19 melakukan lockdown," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (1/2).

Berdasarkan data BPS, wisman asal Tiongkok yang mencatatkan kunjungan paling banyak pada 2019 mencapai 2,07 juta, anjlok 95,38% menjadi 235,6 ribu kunjungan. Wisman asal Australia yang pada 2019 berada di urutan kedua mencapai 1,39 juta kunjungan, anjlok 99,57% menjadi 251,2 ribu.

Sementara itu, kunjungan asal wisman asal Timor Leste yang pada tahun ini tercatat paling banyak, turun 23,59% dibanding 2019. Mayoritas wisatawan negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia ini melakukan kunjungan melalui jalur darat.

"Saat ini, wisatawan mancanegara yang berkunjung mayoritas hanya untuk tujuan bisnis," katanya.

Adapun pada Desember, jumlah wisman yang datang ke Indonesia naik 13,58% dari 144,5 ribu pada November menjadi 164 ribu. Namun dibandingkan Desember 2019, angka kunjungan ini anjlok 88,08%.

Seiring jumlah wisman yang membaik, tingkat penghunian kamar hotel klasifikasi berbintang pada Desember juga naik dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata tingkat penghunian kamar sebesar 40,79%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 40,14%. Namun, tingkat penghunian kamar ini masih jauh lebih rendah dibandingkan Desember 2019 sebesar 59,39%.

Jumlah penumpang angkutan udara turun 57,76% pada tahun lalu dibandingkan 2019 menjadi 32,39 juta. Namun pada Desember 2020, jumlah penumpang angkutan udara naik 23,44% dibandingkan bulan sebelumnya 3,66 juta.

Adapun rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia Desember 2020 mencapai 1,61 hari. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, rata-rata lama menginap bulan Desember 2020 mengalami penurunan sebesar 0,15 poin tetapi naik 0,02 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Desember 2020 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, masing-masing sebesar 2,61 hari dan 1,60 hari.

"Jumlah wisatawan mancanegara yang anjlok, mau tidak mau membuat sektor pariwisata harus mengandalkan wisatawan domestik," katanya. 

Saat ini,  Kamar Dagang Indonesia tengah membentuk klaster  pariwisata di dalam organisasinya untuk mendorong sektor tersebut dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Ada pembahasan pembentukan Kadin Klaster Pariwisata. Walau untuk tahap awal masih di lima provinsi yang memiliki destinasi super prioritas Indonesia," ujar Ketua Kadin Sumatera Utara Ivan Iskandar Batubara di Medan, seperti dikutip dari Antara. 

Lima destinasi wisata super prioritas itu, yakni Danau Toba Sumatera Utara, Likupang Sulawesi Utara, Borobudur Jawa Tengah, Mandalika Nusa Tenggara Barat, dan Labuan Bajo  Nusa Tenggara Timur. "Rencana pembentukan Kadin Klaster Pariwisata sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi yang memfokuskan pembangunan pariwisata di kawasan itu yang dinilai sangat potensial, " katanya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait