Penjualan Emas Perhiasan Meningkat Jelang Lebaran

Agatha Olivia Victoria
3 Mei 2021, 13:13
harga emas, emas perhiasan, pandemi Covid-19
ANTARA FOTO/Rahmad/aww.
Ilustrasi. BPS mencatat kenaikan harga emas perhiasan terjadi di 60 kota indeks harga konsumen (IHK) dari 90 kota yang disurvei.

Badan Pusat Statistik mencatat, emas perhiasan merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi April 2021. Penjualan logam mulia ini  meningkat menjelang Lebaran.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, harga emas naik hingga 0,67% pada bulan lalu. Kenaikan harga emas perhiasan terjadi di 60 kota indeks harga konsumen (IHK) dari 90 kota yang disurvei. "Tertinggi di Kota Pare-Pare, Medan, dan Bukittinggi yang naik sebesar 3%," kata Setianto dalam Konferensi Pers Inflasi April, Senin (3/5). 

Emas perhiasan memberikan andil kepada inflasi April 2021 sebesar 0,01%. Inflasi bulan lalu tercatat 0,13% secara bulanan, 0,58% secara tahun kalender, dan 1,42% secara tahunan.

Selain tingginya permintaan, melonjaknya harga emas batangan mempengaruhi kenaikan harga emas perhiasan. "Dengan demikian, inflasi inti turut naik hingga 0,14% dengan andil 0,09% terhadap inflasi nasional," ujar dia.

Setianto menjelaskan, pembelian emas perhiasan didominasi kelompok menengah atas. Kendati demikian, tingginya pembelian emas perhiasan belum tentu mencerminkan peningkatan daya beli golongan tersebut. Ini karena masih ada beberapa indikator lainnya yang ada dalam daya beli masyarakat menengah ke atas.

Harga emas Antam hari ini stagnan Rp 921 ribu per gram di tengah kenaikan harga emas dunia. Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot pagi ini naik 0,1% menjadi $ 1.770,66 per ons, sedangkan emas berjangka AS naik 0,2% menjadi $ 1.770,30 per ons. Dolar AS yang melemah menjelang serangkaian rilis data AS mendorong kenaikan harga emas dunia.

Sementara itu, Paladium naik 0,3% menjadi US$ 2.944,19 per ons, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa US$ 3.007,73 per ons akhir pekan lalu. Indeks dolar turun 0,1% terhadap berbagai mata uang lainnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Minggu (2/5) menepis kekhawatiran bahwa rencana stimulus infrastruktur Presiden Joe Biden akan menyebabkan inflasi. Belanja konsumen AS pulih pada Maret di tengah lonjakan pendapatan karena rumah tangga menerima tambahan uang bantuan dari pemerintah.

Di sisi lain, Gubernur Dallas Federal Reserve Bank Robert Kaplan menyerukan untuk memulai pembicaraan tentang pengurangan dukungan bank sentral terhadap perekonomian, memperingatkan ketidakseimbangan di pasar keuangan dan berdebat bahwa ekonomi sembuh lebih cepat dari diharapkan.

Emas fisik di India dijual dengan harga diskon pada pekan lalu, untuk pertama kalinya pada tahun 2021 akibar lonjakan kasus virus korona mendorong pembatasan ketat dan menjauhkan pembeli. Sementara konsumsi emas China melonjak 93,9% di tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. 

 

Advertisement
Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait