Luhut dan Erick Thohir Berkunjung ke Tiongkok, Apa Hasilnya?

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Tiongkok membahas investasi dan kerja sama dengan BUMN.
Image title
6 Juni 2021, 14:49
tiongkok, luhut, erick, kunjungan luhut ke tiongkok, kerja sama Indonsia tiongkok
Kementerian BUMN
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Tiongkok pada 5-9 Juni 2021 membahas kerja sama kedua negara.

Delegasi Indonesia yang dimpinpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Pemerintah Tiongkok pada Sabtu (5/6) Kedua pihak membahas kerja sama kedua negara di bidang perdagangan, ekonomi dan investasi, termasuk dengan Badan Usaha Milik Negara.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono.

Pertemuan ini, menurut Luhut, membahas sejumlah agenda kerja sama penting kedua negara, di antaranya terkait proyek kerja sama prioritas, perdagangan, ekonomi, dan investasi. Kerja sama ini terangkum dalam kerja sama High Level Dialogue on Cooperation Mechanism (HDCM).

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa di sektor BUMN, Indonesia dan Tiongkok telah menjalin sejumlah kesepakatan penting. Ini terutama yang terkait proyek strategis yang tengah dikerjakan oleh BUMN.

Advertisement

Kerja sama tersebut, antara lain kerja sama Indonesia sebagai hub regional untuk produksi vaksin, pembangunan pabrik bahan baku obat yang selama ini 90 persen diimpor dan R&Duntuk obat herbal.

"Tentu ini merupakan hal yang positif. Komitmen kerja sama untuk kita mandiri di dunia kesehatan sebagai ketahanan nasional," ujar Erick, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/6).

 Selain itu, kerja sama pada sejumlah proyek infratruktur vital dan kemaritiman juga disepakati untuk ditingkatkan. Erick menegaskan memperhatikan kepentingan nasional yang strategis. Proyek akan melibatkan BUMN yang akan menjadi motor pembangunan di sejumlah wilayah di Nusantara.

"Tak hanya di pulau Jawa, melainkan pula pembangunan strategis di wilayah Timur Indonesia," ujar Erick.

Erick mengatakan, kerja sama antara kedua negara berlandaskan kesamaan dan kesetaraan sebagai mitra. Pada era pandemi, menurut dia kerja sama menjadi jawaban untuk dapat mengatasi kritis.

"Apalagi kerja sama antara dua negara besar dunia, yakni Indonesia dan Tiongkok menjadi komitmen dan usaha bersama untuk berkontribusi memberi perbaikan di segala sektor usai pandemi," kata Erick.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait