Kasus Baru Covid-19 Bertambah 5.823, Hampir Sepertiga Disumbang Jateng

Kasus baru Covid-19 pada Minggu (6/6) paling banyak disumbang Jawa Tengah mencapai 1.712 kasus. Total kasus aktif di wilayah ini kini menembus 10 ribu orang.
Agustiyanti
6 Juni 2021, 18:52
kasus baru, kasus Covid-19, pandemi corona, jawa tengah, jateng, lonjakan kasus di Jateng
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ilustrasi. Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19, jumlah kasus aktif pada Minggu (6/6) bertambah 1.482 orang.

Kasus positif Covid-19 pada Minggu (6/6) naik 5.823 menjadi 1.856.038. Kasus aktif terus menanjak sejak beberapa hari terakhir dan kini mencapai 98.455 orang. Tambahan kasus aktif paling banyak disumbang  wilayah Jawa Tengah, 

Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19, jumlah kasus aktif bertambah 1.482 orang. Sebanyak 4.187 orang berhasil pulih dari Covid-19 sehingga total pasien sembuh menjadi 1.705.971, sedangkan 163 orang tak selamat sehingga total korban meninggal menjadi 51.612 orang.

Tambahan kasus hari ini diperoleh dari pemeriksaan 49.420 orang dan 64.223 spesimen. Sebanyak 27.07 orang dan 37.536 diperiksa menggunakan tes PCR, sedangkan 22.193 orang dan 26.587 orang diperiksa dengan tes antigen.

Total sudah terdapat 11,58 juta orang dan 17,23 juta spesimen yang diperiksa sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia. Sebanyak 9,65 juta orang dan 14,9 juta spesimen diperiksa dengan PCR, sedangkan 2,02 juta orang dan 2,33 juta.

 

Kasus baru paling banyak disumbang oleh Jawa Tengah mencapai 1.712 sehingga total kasus yang terkonfirmasi hingga saat ini mencapai 209.305 kasus. Tambahan pasien sembuh hari ini mencapai 890 orang, sedangkan korban meninggal bertambah 42 orang. Kasus aktif bertambah 780 menjadi 10.297 orang.

Kenaikan kasus di Jawa Tengah disumbang oleh lonjakan kasus di Kudus Jumlah kasus aktifi di wilayah tersebut saat ini tercatat paling tinggi mencapai 1.678 orang, empat kali lipat kabupaten/kota lainnya.

Pemerintah telah mengambil langkah untuk mengatasi lonjakan Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah. Tak hanya itu, kepolisian hingga Tentara Nasional Indonesia juga ikut turun tangan untuk mencegah penularan di wilayah tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan langsung meluncur ke Kudus pada Sabtu (5/6) dan meninjau kondisi rumah sakit setempat.

Ia secara khusus meminta Ikatan Dokter Indonesia mengirimkan dokter ke Kudus. Hasilnya, sebanyak 38 orang dokter serta 70 perawat akan dikirim ke lokasi. Selain itu, pemerintah mengirimkan 50 ribu antigen ke Kabupaten kudus untuk memacu tes dan penelusuran. Kemenkes juga mengirimkan mobil tes PCR dari Yogyakarta. “Kalau sudah positif jangan isolasi di rumah atau di rumah sakit. Siapkan tempat isolasi terpusat agar tidak menyebar,” kata Budi di Kudus, Sabtu (5/6) dikutip dari Antara.

Tambahan kasus baru yang signifikan juga masih terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Jakarta mencatatkan tambahan kasus mencapai 1.019 menjadi 435.135 orang. Sebanyak 864 orang sembuh dan 15 orang meninggal dunia sehingga kasus aktif bertambah 140 menjadi total 11.516 orang.

Sementara itu, kasus aktif terbanyak masih dicatatkan Jawa Barat mencapai 19.725 orang, naik 275 dibandingkan kemarin. Tambahan kasus yang dikonfirmasi mencapai 993 orang sehingga total kasus mencapai 318.892 kasus.

Pasien sembuh di wilayah yang dipimpin Ridwal Kamil ini bertambah 702 orang, sedangkan korban meninggal bertambah orang. Kasus aktif di wilayah yang dipimpin Ridwan Kamil ini bertambah 275 menjadi

Satgas juga mencatat terdapat 17,64 juta orang telah menerima dosis vaksin pertama, bertambah 62.139 orang dibandingkan kemarin. Sedangkan vaksinasi kedua telah diterima 11,126 juta orang, bertambah 5.288.

Vaksinasi tak menjamin 100% penerimanya kebal terhadap Covid-19. Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Disiplin prokes paling sedikit mencakup gerakan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait