KAI Bakal Tes Antigen Acak Penumpang KRL Mulai Besok

Tes antigen acak kepada penumpang KRL akan dilaksanakan di enam stasiun, yakni Bogor,
Image title
20 Juni 2021, 14:38
tes antigen acak, penumpang KRL, penumpang KRP tes antigen acak, tes Covid-19 acak KRL
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Tes antigen acak ini akan dilakukan sebelum calon penumpang KRL membeli tiket atau tap masuk di gate elektronik stasiun

PT KAI Commuterline Jabodetabek akan melakukan tes Covid-19 secara acak kepada penumpang KRL menggunakan metode swab antigen selama satu pekan mulai besok, Senin (21/6). Tes antigen acak ini akan dilakukan di enam stasiun dengan volume pengguna yang tinggi, yaitu Bogor, Bekasi, Cikarang, Tangerang, Manggarai, dan Tanah Abang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, tes antigen acak ini akan dilakukan sebelum pengguna membeli tiket atau tap masuk di gate elektronik stasiun. Para pengguna yang memiliki hasil negatif akan dipersilakan melanjutkan perjalanan, sedangkan yang positif tidak diizinkan naik KRL dan datanya di laporkan ke Satgas Covid-19 setempat.

"Tes antigen acak ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 karena KRL merupakan moda transportasi favorit fi Jabodetabek," kata Ane dalam siaran pers, Minggu (20/6).

Ia menjelaskan, jumlah penumpang KRL memasuki pekan ketiga Juni atau hingga 18 Juni mencapai 7,94 juta orang atau 441.326 orang per hari. Jumlah tersebut naik 18,5% dibandingkan pengguna pada bulan lalu hingga pekan ketiga yang mencapai 6,47 juta orang atau 359.300 orang per hari.

Advertisement

Saat ini, layanan KRL Jabodetabek beroperasi pukul 04.00 hingga 22.00 WIB dengan total 994 perjalanan pr hari. Ane menyarankan pengguna untuk merencanakan perjalanan dengan baik sehingga terhindari dari potensi kepadatan di stasiun maupun di dalam kereta.

Tes acak antigen ini merupakan tindaklanjut permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Tes acak perlu dilakukan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini tengah terjadi peningakatan kasus Covid-19. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.

"Kami mengimbau masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu," ujar Budi pada Sabtu (19/6) seperti dikutip dari Antara.

Budi mengungkapkan Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang kereta tidak berdesakan. Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo menyatakan siap untuk melaksanakan random test di beberapa stasiun utama.

Selain akan melaksanakan tes acak, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan pihaknya telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL. KAI mewajibkan penumpang memakai masker, mencuci tangan, memberi tanda tempat duduk dan tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak, serta. membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap gerbong kereta.

Pasien positif Covid-19 bertambah 12.906 orang per 19 Juni 2021. Total Kasus mencapai 1.976.172 dengan 1.786.143 pasien dinyatakan sembuh dan 54.291 orang meninggal dunia.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait