Gubernur Riau Harap Blok Rokan Tak Bernasib Seperti Mahakam

Image title
9 Agustus 2021, 11:14
blok rokan, pertamina
Pertamina Hulu Energi
Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan resmi mengambil alih Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia mulai hari ini, Senin (9/8).

Pemerintah Provinsi Riau berharap agar penurunan produksi yang terjadi di Blok Mahakam tak terulang kembali di Blok Rokan. Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan resmi mengambil alih Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia mulai hari ini, Senin (9/8). 

Gubernur Riau Syamsuar meminta komitmen PHR untuk menjaga hasil produksi Blok Rokan sehingga tak bernasib sama seperti Blok Mahakam. PHR juga diminta untuk mendorong efisiensi biaya produksi. "Kami mengucapkan selamat datang ke PHR yang sudah diberikan amanah untuk mengelola Blok Rokan. Mudah-mudahan tidak sama dengan Blok Mahakam di Kalimantan," kata dia dalam acara alih kelola Blok Rokan Minggu malam (8/8).

Ia pun mendesak agar participating interest atau PI 10% untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diserahkan dalam waktu yang telah ditentukan. Hal tersebut sudah tertuang dalam keputusan Menteri ESDM.

PHR diminta pula untuk melibatkan partisipasi lokal dalam kegiatan operasi migasnya. Ia meminta, partisipasi BUMD dan perusahaan lokal di bidang jasa konstruksi dan tenaga kerja diberikan peluang seluas-luasnya. "Pertamina harus membatasi diri untuk anak usaha," ujarnya.

Ia juga berpesan PHR agar bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.  Ia menyebut, kegiatan dalam program ini harus dikoordinasikan dan disinkronisasikan dengan pemda dengan memberdayakan masyarakat setempat dan melibatkan perguruan tinggi lokal.

Syamsuar menekankan, PHR harus juga membantu menyelesaikan masalah tanah terkontaminasi minyak. Salah satunya dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat terkait, serta pihak yang berwenang dengan waktu yang tidak begitu lama.

Hingga akhir 2021, PHR merencanakan pengeboran 161 sumur baru, termasuk sisa sumur dari komitmen operator sebelumnya. Sedangkan pada 2022, PHR merencanakan pengeboran sekitar 500  sumur baru.

Komitmen tersebut merupakan komitmen investasi dan jumlah sumur terbesar di antara Blok Migas lain di Indonesia. Kegiatan pengeboran tersebut akan didukung dengan penyiapan tambahan 10 rig pengeboran sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig untuk kegiatan Work Over & Well Service yang merupakan mirroring dari kontrak sebelumnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait