Tingkat Kesembuhan Covid-19 Naik Jadi 91%, Pemerintah Apresiasi Nakes

Pemerintah mencatat tingkat kesembuhan Covid-19 per 27 Agustus mencapai 91%. Total terdapat 3,68 juta kasus sembuh dari total 4,06 juta kasus konfirmasi.
Image title
29 Agustus 2021, 08:16
covid-19, pandemi covid-19, nakes, tenaga kesehatan
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ilustrasi. Berdasarkan data IDI hingga 3 Agustus, sedikitnya 640 dokter meninggal akibat Covid-19. Hampir sepertiga di antaranya meninggal pada Juli saat terjadi lonjakan kasus.

Pemerintah mencatat, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 terus meningkat dalam sepekan terakhir dan mencapai 91% pada Jumat (27/8). Kenaikan angka kesembuhan ini tak lepas dari kerja keras tenaga kesehatan dan relawan yang memiliki andil besar dalam penanganan pandemi Covid-19. 

 

“Tingginya tingkat kesembuhan pasien ini tak lepas dari perjuanga para tenaga kesehatan juga relawan yang bekerja keras  dalam merawat pasien Covid-19. Tugas mereka di lapangan sangat berisiko menyebabkan dirinya dan orang-orang terdekatnya terpapar virus, bahkan hingga kehilangan nyawa,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan pers. 

Ia menjelaskan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 menunjukkan peningkatan. Jika dilihat pada periode 20 Agustus–27 Agustus, rata-rata jumlah pasien COVID-19 yang sembuh selalu berada di atas 25.000 pasien. Tingkat kesembuhan tertinggi tercatat pada tanggal 25 Agustus dengan 35.082 pasien.

 

Sementara hingga 27 Agustus 2021, angka kumulatif kesembuhan mencapai 3,68 juta. Dengan total kasus konfirmasi hingga tanggal tersebut adalah 4,06 juta kasus, maka angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia hingga 27 Agustus mencapai 91%. 

“Kita semua harus bersyukur, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 secara nasional menunjukkan hasil yang baik. Angka kesembuhan 91% ini cukup tinggi,” kata Johnny. 

Angka kesembuhan yang tinggi, antara lain terjadi di DKI Jakarta yang mencapai 97,5%, di atas angka nasional. Total jumlah orang yang dinyatakan telah sembuh di DKI Jakarta sebanyak 827.674 orang sembuh per 27 Atustus. Tren positif pertambahan jumlah orang sembuh tersebut juga terlihat di provinsi-provinsi lain, terutama Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. 

Johnny kembali menekankan, angka kesembuhan yang menggembirakan ini merupakan hasil perjuangan para tenaga kesehatan. Tak sedikit para tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan Covid-19. Berdasarkan data IDI hingga 3 Agustus, sedikitnya 640 dokter meninggal akibat Covid-19. Hampir sepertiga di antaranya meninggal pada Juli saat terjadi lonjakan kasus, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini.

Tidak hanya para dokter, Indonesia juga kehilangan banyak tenaga kesehatan lain, seperti para perawat dan petugas di rumah sakit atau pusat isolasi akibat wabag ini.  Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah menomorsatukan para tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin booster guna memperleh perlindungan tambahan. 

“Jasa para pejuang kesehatan di garda terdepan penanganan Covid-19 ini harus kita hargai. Jangan sia-siakan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan ini. Caranya dengan memberikan perlindungan kesehatan maksimal pada diri kita masing-masing," katanya,

Johnny mengajak masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 dengan vaksinasi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat sedikitnya harus disiplin menjalankan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait