Hasil Kunjungan Menlu ke AS: Kerja Sama Soal Vaksin Hingga Google

Indonesia antara lain meneken kerja sama terkait pengembangan vaksin dengan dua perusahaan AS dan pengembanganan layanan kesehatan dengan Google Health.
Image title
18 September 2021, 12:53
menlu, vaksin virus corona, kementerian luar negeri
Kementerian Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Bio BioFarma dengan Dynavax di Amerika Serikat. Kerja sama dilakukan dalam rangka untuk membangun kemandirian vaksin.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan ke Los Angeles dan Huston, Amerika Serikat bersama Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono dan Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury pada 16-17 September.  Dalam kunjungan tersebut, Indonesia antara lain meneken dua kerja sama dengan perusahaan AS terkait pengembangan vaksin Covid-19 dan pengembanganan layanan kesehatan dengan Google Health. 

"Kami baru saja selesai mengadakan pertemuan dengan Baylor College of Medicine. Sebelumnya kami juga melakukan kunjungan sehari di Los Angeles dan mengadakan pertemuan dengan Dynavax Technologies dan Google Health," ujar Retno dalam Press Breafing Kunjungan Menlu ke LA dan Houston, Sabtu (18/9). 

Retno menjelaskan, Dynavax adalah produsen salah satu adjuvant terbaik di dunia, zat yang berfungsi menguatkan seed vaccine protein rekombinan. Dalam pertemuan tersebut, diteken kerja sama antara Bio Farma dengan Dynavax dalam rangka membangun kemandirian vaksin. 

"Seperti diketahui, Bio Farma kini tengah melakukan kerja sama pengembangan vaksin dengan Baylor College of Medicine dengan menggunakan platform protein rekombinan," ujarnya. 

Adapun penandatanganan kerja sama antara Bio Farma dan Dynavax dilakukan untuk memperkuat kerja sama dan studi pengembangan vaksin Bio Farma-Baylor College of Medicine. "Ke depan, Bio Farma dan Dynavax secara bersama-sama dapat mengembangkan vaksin mandiri platform protein rekombinan," katanya. 

Bio Farma juga mengadakan pertemuan dengan Baylor College of Medicine untuk memperkyat kerja sama pengembangan seed vaksin dengan platform protein rekombinan.Kerja sama saat ini sudah memasuki tahap uji pra-kilnis dan akan segera dilanjutkan ke tahap uji-klinis yang diharapkan dapat rampung pada akhir 2021

"Dalam pertemuan tadi, dilakukan penandatanganan amandemen Agreement Bio Farma-BMC dengan menambahkan kerja sama pengembangan seed vaccineuntuk multi varian COVID-19, termasuk di dalamnya varian Delta," kata dia.

Penandatanganan juga dilakukan terkait MoU kerja sama strategis yang akan memperkuat penanganan Covid-19, termasuk pematangan tim Indonesia di Baylor.

Masih di bidang kesehatan, Bio Farma juga meneken kerja sama dengan Google Health terkait pengembangan layanan kesehatan di Indonesia. Kerja sama ini mencakup upaya untuk upaya pencegahan penyakit kronis bagi penduduk Indonesia. 

"Selama pandemi kita sadari benar resiko besar yang terkait dengan tingginya komorbiditas di Indonesia. Upaya menyembuhkan tentunya sangat penting, namun upaya preventif juga tidak kalah penting," ujarnya. 

Bio Farma dan Google Health menandatangani dua kerja saa sekaligus dalam kesempatan tersebut.  Pertama, upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui solusi teknologi digital. Kedua, upaya mendukung konsep “digital and wellness corner” pada 20-50 apotek milik BUMN di Indonesia.

Selain di bidang kesehatan, Retno menyebut ada pula kerja sama di bidang lain yang dicapai dari kunjungan ke AS, yakni kerja sama antara Pertamina dan Exxon. "Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi dan pemanfaatan teknologi pemerosesan bagi Pertamina untuk meningkatkan produksi, refinery, dan petrokimia, serta memperluas akses pasar produk turunan migas," katanya. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait