MIND ID Targetkan Inalum Operating IPO Akhir Tahun Depan

IPO akan digelar setelah pemisahan Inalum Operating dari induk perusahaan rampung pada tahun ini.
Image title
28 September 2021, 13:46
inalum, mind id, holding bumn tambang
www.inalum.co.id
Ilustrasi. Pemerintah tengah memproses pemisahan operasional yang saat ini dikelola induk usaha, MIND ID menjadi anak usaha atau Inalum Operating.

Holding BUMN Pertambangan, MIND ID menargetkan penawaran saham perdana alias (initial public offering/IPO) anak usahanya, Inalum Operating pada akhir 2022. IPO akan digelar setelah pemisahan Inalum Operating dari induk perusahaan rampung pada tahun ini.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, proses pemisahan Inalum Operating dari induk usaha masih berlangsung. 

"Menteri BUMN sudah mengirimkan surat ke Menteri Keuangan untuk proses penerbitan PP. Jika PP rampung tahun ini atau awal tahun depan, maka IPO rencananya akhir 2022," kata Orias dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Senin (27/9).

Direktur Layanan Strategis MIND ID Ogi Prastomiyono menjelaskan, MIND ID hanya akan fokus mengurusi urusan strategis di dalam holding setelah proses pemisahan tersebut rampung. Salah satunya, aktivitas pendanaan. Sementara itu, Inalum Operating akan fokus pada urusan operasional pertambangan aluminium.

Pemisahan ini merupakan rencana akhir dari holdingisasi BUMN pertambangan yang dibentuk sejak 2017 lalu. Setelah adanya pemisahan ini, struktur strategic holding diharapkan dapat membuat perusahaan saling bersinergi, lebih efisien, dan dapat fokus pada aspek legal, research and development, business development, corporate finance, self services, dan lainnya.

"Ketika dipisah, MIND ID secara holding masih tetap dimiliki pemerintah 100%," katanya.

MIND ID saat ini menguasai 65% saham PT Antam Tbk, 65,9% saham PT Bukit Asam Tbk, 65% saham PT Timah Indonesia Tbk, dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Saat ini, holding juga tengah mengembangkan anak usaha lainnya, salah satunya MIND ID Trading. Adapun MIND ID juga mengenggam 20% saham PT Vale Indonesia Tbk dan 25% saham Indonesia Battery Corporation (IBC). 

"Beberapa pertimbangan sudah kami bicarakan dan beberapa opsi sudah dilakukan," katanya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait