Indonesia Ekspor 40 Ton Daging Rajungan ke Pasar Amerika Utara

Rajungan merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan utama Indonesia yang tengah fokus dikembangkan pemerintah.
Image title
24 November 2021, 18:10
ekspor, rajungan, ekspor rajungan, KKP
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.
Ilustrasi. Nilai nilai permintaan rajungan-kepiting dunia mencapai US$ 5,4 miliar (Rp 77 triliun) pada tahun lalu, tetapi ekspor Indonesia baru mencapai 6,8% atau senilai US$ 367,5 juta (Rp 5,2 triliun).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor 40 ton daging rajungan asal Sidoarjo, Jawa Timur ke Amerika Utara pada Rabu (24/11). Rajungan merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan utama Indonesia yang fokus dikembangkan pemerintah. 

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan, nilai permintaan rajungan-kepiting dunia mencapai US$ 5,4 miliar (Rp 77 triliun) pada tahun lalu. Namun, ekspor Indonesia untuk komoditas ini baru mencapai 6,8% atau senilai US$ 367,5 juta (Rp 5,2 triliun).

"Nilai permintaan rajungan-kepiting dunia selama lima tahun terakhir bahkan meningkat 5% per tahun. Ini menunjukkan bahwa pasar rajungan-kepiting masih terbuka dan potensial untuk terus dikembangkan," kata Artati saat melepas ekspor Aruna Crab di kawasan industri dan perdagangan Safe n Lock, Sidoarjo, Jawa Timur seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (24/11).

Pada periode Januari hingga Oktober 2021, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai US$ 4,56 miliar (Rp 65 triliun) atau naik 6,6% dibanding periode yang sama tahun 2020. Komoditas ekspor utama meliputi Udang (40%), Tuna-Cakalang-Tongkol (13%), Rajungan-Kepiting (11%), Cumi-Sotong-Gurita (10%), dan Rumput Laut (6%).

Advertisement

Adapun, negara importir utama rajungan-kepiting global pada tahun lalu adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan dan Kanada. Sementara itu, market share Indonesia terhadap masing-masing negara tersebut baru mencapai 11,9%, 5%, 17%, 0,1% dan 4,7%.

"KKP menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program dan kegiatan Aruna yang telah melakukan pembinaan hulu-hilir terhadap lebih dari 23.000 nelayan di lebih 70 lokasi di Indonesia,"  katanya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, Aruna Crab merupakan produk dengan nilai tambah dalam negeri yang hanya ada di pasar internasional. Kegiatan pelepasan ekspor ini menunjukkan komitmen Aruna untuk memasarkan hasil tangkapan nelayan ke pasar internasional.

Aruna Crab merupakan olahan daging rajungan hasil kemitraan Aruna bersama Nirwana Segara. Dalam proses produksinya, Aruna Crab melibatkan pasokan dari nelayan dan masyarakat pesisir. Dengan menyebarnya tim Aruna ke pelosok Indonesia, diharapkan bisa membawa dampak positif bagi kehidupan di pesisir melalui penerapan teknologi terkini yang mampu membuat nelayan lebih produktif, berdaya saing dan berkelanjutan.

Aruna memperkirakan potensi permintaan yang berkelanjutan dari pasar Amerika Utara senilai US$ 800 ribu (Rp 11 miliar) setiap bulannya.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait