Menkes Akan Cegah Ratusan Ribu WNI Berobat ke Luar Negeri, Ini Caranya

Menkes Budi Gunadi Sadikin akan mendorong partisipasi asing dalam mengelola rumah sakit. Ini dilakukan untuk meningkatkan layanan kesehatan sehingga orang Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri.
Image title
13 Desember 2021, 13:09
Budi Sadikin, Menkes, kesehatan rumah sakit, asing, menteri kesehatan
Katadata
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencatat, sekitar 600 ribu orang Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahunnya.

Kementerian Kesehatan mencatat, terdapat 600 ribu penduduk Indonesia yang berobat ke luar negeri setiap tahun. Untuk itu, pemerintah akan mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri dengan menggandeng investor asing

"Kami tidak ingin 600 ribu orang Indonesia ke negara-negara ASEAN hanya untuk melakukan medical check-up, jadi kami akan membuka kesempatan untuk rumah sakit asing dan investor untuk datang," kata Budi dalam acara US-Indonesia Investment Summit secara virtual, Senin (13/12).

Menurut data Patient Beyond Borders, terdapat 600 penduduk Indonesia yang berobat ke luar negeri pada 2015. Adapun negara tujuan utamanya, yaitu ke Thailand, Singapura dan Malaysia. Ketiga negara tersebut mendapatkan keuntungan dari kunjungan pasien asal Indonesia.

Oleh karena itu, Budi mendorong agar rumah sakit di Indonesia terus meningkatkan kualitas. Hal ini dilakukan dengan mendukung masuknya asing sebagai pengelola rumah sakit melalui penyederhanaan peraturan. Pemerintah juga akan mendorong agar pekerja profesional asing dapat bisa bekerja di sektor kesehatan di dalam negeri.

Dia mengatakan, langkah ini merupakan upaya pemerintah  mentransformasi layanan kesehatan  di Indonesia. Pemerintah ingin meningkatkan jumlah layanan kesehatan dan mendorong distribusi yang lebih baik di seluruh Indonesia. 

Budi menjelaskan, terdapat  lima pilar transformasi kesehatan di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Transformasi utama kesehatan. Pilar pertama ini dengan mendorong upaya pencegahan. "Kami akan menggeser bujet kita untuk fokus ke dalam promosi dan preventif dibandingkan langkah kuratif, jadi konsentrasi kami yakni menciptakan masyarakat yang sehat," kata Budi.

    Untuk merealisasikan langkah tersebut, Kementerian Kesehatan fokus untuk mengedukasi pada tujuh kampanye kesehatan yang utama. Ini meliputi imunisasi, keseimbangan nutrisi, olahraga, tidak merokok, sanitasi, pemantauan penyakit dan kepatuhan medis.

    Kementerian Kesehatan juga meningkatkan imunisasi rutin menjadi 14, meningkatkan pemantauan kesehatan untuk 14 penyakit utama yang menyebabkan kematian, pemantauan stunting dan juga pemeriksaan ibu hamil menjadi enam kali. Kemenkes juga mendorong perluasan puskesmas, khususnya di 171 kelurahan atau kecamatan.

  2. Tansformasi untuk ketahan sistem kesehatan. Pilar ini diwujudkan dengan meningkatkan kapasitas produksi farmasi dan lab untuk pengetesan dan juga menambah tenaga kerja untuk respons saat keadaan darurat. Belajar dari pandemi, Budi menginginkan agar RI bisa menyediakan berbagai obat-obatan sendiri ketika kembali dilanda krisis kesehatan.

    "Kami juga akan memberikan insentif ke perusahaan-perusahaan untuk memindahkan manufakturnya ke Indonesia, karena kami butuh memiliki sistem resiliensi kesehatan ini," kata Budi.

  3. Transformasi pembiayaan kesehatan. Kemenkes memastikan berbagai aktivitas untuk promotif dan preventif juga akan ikut serta dalam pemboiayaan oleh BPJS Kesehatan, yang mana selama ini hanya fokus pada menangani aktivitas preventif.

    "Hubungan antara BPJS dan juga asuransi kesehatan sektor swasta juga akan kita buat, jadi kita bisa berbagi risikonya dan juga berbagi preminya," kata Budi.

  4. Reformasi talenta, dilakukan dengan menyediakan beasiswa bagi tenaga kesehatan dalam negeri untuk bisa belajar di luar negeri. Selain itu, pemerintah juga akan mendatangkan pengajar-penagajr asing bagi pelajar-pelajar kedokteran di Indonesia.
  5. Reformasi teknologi kesehatan. Budi mengatakan, adanya berbagai inovas iteknologi akan mengubah secara drastis industri kesehatan, bukan hanya telemedicine tapi juga diagnostik kesehatan. Pemerintah juga akan mulai fokus pada pengembangan bioteknologi sebagai upaya memaksimalkan keberagaman genomik yang ada di Indonesia.

 

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait