Banjir Bandang di Jember Telan Dua Korban Jiwa dan Rendam 400 Rumah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir bandang menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan 1.668 warga terdampak bencana banjir bandang.
Image title
10 Januari 2022, 09:08
banjir bandang, bencana, jember, jawa timur
ANTARAFOTO/Hamka Agung
Warga berada di rumahnya ketika terjadi banjir di Perumahan Bumi Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Minggu (9/1/2022). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi disebagian wilayah di Jember, menyebabkan saluran air tidak mampu menampung debit air.

Banjir bandang melanda beberapa bagian wilayah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada Minggu (9/1). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir bandang menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan 1.668 warga terdampak. 

Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo menjelaskan, terdapat dua warga yang terseret arus saat banjir bandang. Satu korban telah ditemukan meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, satu korban lainnya meninggal karena kedinginan. 

"Ada dua orang yang terbawa arus sungai di Desa Kemiri, yakni Sirat (50) yang ditemukan meninggal dunia dan istrinya Suliha (47) masih belum ditemukan. Sedangkan satu korban bernama Jamaludin (54), warga Desa Suci, meninggal dalam keadaan kedinginan," ujar Heru, seperti dikutip dari Antara. 

Ia juga mengatakan, banjir bandang menyebabkan setidaknya 400 rumah warga di wilayah Kecamatan Kaliwates dan Rambipuji tergenang dan berdampak pada 1.668 warga. Di  Kecamatan Kaliwates, banjir bedampak terhadap 392 rumah yang dihuni oleh 1.496 orang, termasuk 18 balita dan 15 orang lanjut usia. 

Advertisement

Bencana ini juga menyebabkan mushala, tempat usaha, dan jalan perumahan tergenang di Kecamatan Kaliwates. "Serta ada dua warga yang mengungsi ke rumah saudaranya (karena banjir)," jata Heru.

Selain itu, menurut dia, banjir bandang juga berdampak pada 48 rumah yang dihuni oleh 172 orang dan dua mushala di  Kecamatan Rambipuji.  

Heru menjelaskan, banjir bandang yang terjadi di wilayah-wilayah kecamatan itu terjadi karena hujan lebat menyebabkan air meluap dari Sungai Semangir. "Sungai Semangir tidak bisa menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman warga dengan ketinggian air 100 sampai 130 cm dengan membawa material lumpur," katanya.

Menurut Heru, banjir sudah mulai surut pada Minggu (9/1) malam. Aparat BPBD bersama anggota TNI dan Polri  akan membantu membersihkan rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak banjir pada hari ini. 

"Dapur umum juga disiagakan di Kantor Kecamatan Kaliwates untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga yang terdampak banjir bandang," kata Heru.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait