Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak di Tengah Tren Penurunan Nasional

Kasus baru Covid-19 pada Senin (28/2) mencapai 25.054 orang, terendah sejak 2 Februari. Namun, tambahan kasus di Jakarta melonjak menjadi 7,300 kasus
Image title
28 Februari 2022, 18:25
kasus covid-19, kasus baru covid-19, kasus Jakarta
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ilustrasi. Kasus baru Covid-19 pada Senin (28/2) mencapai 25.054 orang, terendah sejak 2 Februari 2022.

Tren tambahan kasus Covid-19 secara nasional terus melandai dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah mencatat, kasus baru pada Senin (28/2) mencapai 25.054 orang, terendah sejak 2 Februari 2022. Namun, lonjakan kasus baru terjadi di Jakarta.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, sebanyak 24.692 kasus baru merupakan transmisi lokal, sedangkan 362 kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Tambahan kasus paling banyak berasal dari DKI Jakarta yang mencapai 7.300 kasus. Angka ini melonjak dibandingkan catatan kemarin sebanyak 3.957 kasus dan tertinggi dalam sepekan terakhir.

Adapun Jawa Barat menyumbang kasus baru terbanyak kedua mencapai 3.745 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 2.905 kasus. Kasus baru di kedua daerah ini menurun dibandingkan kemarin (27/2) yang mencapai 6.468 kasus untuk Jawa Barat dan 4.540 kasus untuk Jawa Tengah. 

Advertisement

Seluruh kasus baru yang dicatatkan pada hari ini berasal dari 137.569 orang, terdiri dari 54.321 orang menggunakan metode PCR, 449 orang TCM, dan 82.799 orang antigen. Angka positivity rate mencapai 18,21% jika menghitung seluruh jenis pemeriksaan. Sedangkan jika hanya menghitung pemeriksaan PCR dan TCM, angka positivity rate mencapai 39,09%. 

Satgas juga mencatat total kasus konfirmasi Covid-19 mencapai 5.564.448. Adapun kasus aktif pada hari Ini turun 19.200 menjadi 554.698 kasus. Hal ini seiring dengan angka kesembuhan yang bertambah 43.992 orang dan kematian sebanyak 262 orang. 

Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan, terdapat 4.861.415 kasus sembuh dan 148.335 orang meninggal dunia akibat terinfeksi. 

Pemerintah juga mencatat, telah menyuntikkan 190.672.557 vaksin dosis pertama, 143.778.623 juta vaksin dosis kedua, dan 9.809.784 vaksin dosis ketiga. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya  mengatakan, pemerintah tengah menyusun strategi untuk menyiapkan protokol pandemi Covid-19 menjadi endemi. Kajian ini akan mempertimbangkan berbagai pendekatan.

“Kami juga mendapatkan arahan dari Bapak Presiden (Jokowi) tadi atas masukan menteri koordinator mengenai strategi dari pandemi menjadi endemi. Kami sudah siapkan protokolnya," kata Budi dalam konferensi pers virtual, dikutip dari Antara, Minggu (27/2).

Dikutip dari BBC, pandemi adalah infeksi penyakit yang mengancam banyak orang di dunia secara simultan. Contohnya pandemi flu babi (swine flu) pada 2009 yang diperkirakan menewaskan ratusan ribu orang di dunia.

Pandemi kemungkinan besar terjadi ketika virus baru mampu menginfeksi manusia dengan mudah dan menyebar melalui penularan manusia ke manusia. Virus corona memenuhi seluruh persyaratan ini.

Sedangkan endemi adalah karakteristik wilayah atau lingkungan tertentu yang berhubungan dengan penyakit. Di daerah A misalnya, masyarakatnya mudah terjangkit penyakit tertentu. Penyakit ini selalu ada di daerah yang sama tetapi frekuensinya rendah.

Di Indonesia ada daerah yang merupakan endemi malaria, seperti Papua dan Papua Barat. Dahulu, orang yang akan mengunjungi wilayah tersebut diminta mengonsumsi pil kina. Namun, kini sudah ditemukan obat antibiotik yang lebih efektif mencegah malaria yakni doxycycline dengan dosis 100 mg per hari.


News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait