Tren Kasus Covid-19 RI Turun, Pasien Sembuh di Jabar Bertambah 10 Ribu

Kasus baru Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (12/3) sebanyak 14.900 kasus merupakan yang terendah sejak 1 Februari 2022. Penurunan terjadi di sebagian besar provinsi, terutama Jawa Barat dan Jakarta.
Image title
12 Maret 2022, 17:48
kasus covid-19, satgas covid-19, covid-19, kasus baru covid-19
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ilustrasi. Satgas Covid-19 mencatat total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi sejak kasus pertama diumumkan mencapai 5.878.910 orang.

Pemerintah mencatat, kasus Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (12/3) bertambah 14.900 kasus, terendah sejak 1 Februari 2022. Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah masih menjadi penyumbang kasus terbanyak, tetapi trennya menunjukkan penurunan. 

Berdasarkan data Satgas Covid-19, Jawa Barat menyumbang 3.312 kasus baru, disusul Jakarta sebanyak 2.105 kasus dan Jawa Tengah 1.275 kasus. Angka kasus ini sebenernya menurun dibandingkan kemarin yang mencapai 3.750 kasus di Jawa Barat, 2.548 kasus di Jakarta, dan 1.721 kasus di Jawa Tengah. 

Di sisi lain, Jawa Barat juga mencatatkan tingkat kesembuhan tertinggi mencapai 10.066 orang, disusul Jakarta sebanyak 4.100 kasus dan 2.344 kasus. 

Advertisement

Sementara angka kematian harian tertinggi tercatat di Jawa Tengah mencapai 60 orang, disusul Jawa Timur 44 orang, dan DKI Jakarta 44 orang. Sementara Jawa Barat mencatat kematian harian sebanyak 13 orang. 

Data kasus baru Covid-19 secara nasional pada hari ini diperoleh dari pemeriksaan terhadap 99.218 orang, terdiri dari 211.102 spesimen. Sebanyak 70.527 spesimen dari 40.163 orang diperiksa menggunakan metode PCR, sedangkan 140.384 spesimen dari 58.893 orang diperiksa dengan metode antigen, dan 191 spesimen dari 162 orang diperiksa dengan TCM. 

Satgas mencatat total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi sejak kasus pertama diumumkan mencapai 5.878.910 orang. Sementara kasus sembuh pada Hari Ini bertambah 33.733 orang menjadi 5.369.579 kasus dan kematian bertambah 248 orang menjadi total 151.195 orang. 

Adapun kasus aktif Covid-19 tercatat turun 19.081 menjadi 357.380 kasus. Pemerintah mencatat tingkat positif Covid-19 dari total pemeriksaan mencapai 15,02% jika memperhitungkan metode pemeriksaan PCR, TCM, dan antigen. Sementara jika hanya menghitung metode PCR, tingkat positif orang yang diperiksa mencapai 29,43%. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi sebelumnya mengatakan, tren penurunan kasus terjadi di sebagian besar provinsi di Indonesia, termasuk di wilayah luar Jawa Bali dalam 15 hari terakhir. Meski demikian, ia menyebut masih ada lima provinsi yang mengalami kenaikan kasus pada minggu ini, yakni Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Aceh.

"Jadi hampir sebagian besar berada di Jawa Bali. Namun secara keseluruhan, positivity rate mengalami penurunan, demikian juga dengan tingkat keterisian rumah sakit," ujar Siti Nadia dalam Diskusi Bersiap Hidup di Era Pandemi, Sabtu (12/3). 

Ia menjelaskan, tren laju penularan atau reproduction rate juga sudah menurun meski masih di kisaran 1. Meski demikian, menurut Siti Nadia, terdapat beberapa daerah, terutama di Jawa dan Bali yang sudah menunjukkan reproduction rate di bawah 1%. Adapun reproduction rate di bawah 1 menunjukkan bahwa satu orang atau dua orang yang terinfeksi Covid-19 menularkan satu orang.  "Kami sudah bisa katakan peningkatan kasus sudah dapat ditekan dan dikendalikan," katanya.

Siti Nadia mengatakan, pemerintah akan berupaya menekan kasus Covid-19 serendah-rendahnya. Ia mengingatkan Indonesia pernah memiliki kasus haria di bawah 200 kasus dan kematian harian kurang dari 20 orang. "Kami ingin mencapai penurunan. Reproduction number di bawah 1 ini akan kami pertahankan enam bulan," ujarnya. 

Meski tren kasus sudah menurun, menurut dia, potensi penularan masih mungkin terjadi lantaran reproduction rate secara nasional masih berada di atas 1 dan tingkat kasus positif atau positivity rate mencapai 13%.  "Kuncinya adalah menekan kecepatan vaksinasi," ujarnya. 

Satgas Covid-19 mencatat, vaksinasi dosis pertama hingga Sabtu (12/3) telah disuntikkan kepada 193,23 juta orang, dosis kedua kepada 150,77 juta orang, dan dosis ketiga kepada 14,35 juta orang. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait