Polri Akan Menindak Tegas Pelanggar Aturan Distribusi Minyak Goreng

Polri memastikan Satuan Tugas (Satgas) Pangan di tingkat pusat maupun daerah akan membantu pengawalan, pengawasan dan proses pendistribusian minyak goreng ke pasaran.
Image title
Oleh Antara
21 Maret 2022, 20:59
minyak goreng, polri, kebutuhan minyak goreng
ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/rwa.
Ilustrasi. Polri berharap kebutuhan minyak goreng di masyarakat dapat terpenuhi sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengantre untuk mendapatkan bahan pokok tersebut.

Kepolisian Republik Indonesia memastikan akan menindaktegas semua pihak yang melanggar aturan dan melakukan penyimpangan dalam distribusi minyak goreng.

“Saya ingatkan, jangan ada yang melakukan penyimpangan, apalagi yang harusnya masuk ke jalur konsumen dibelokkan ke industri, pasti kami kejar," ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabow saat meninjau produsen minyak goreng PT Asianagro Agungjaya di Cilincing, Jakarta Utara, seperti dikutup dari siaran pers, Senin (21/3). 

Ia meminta seluruh pihak untuk disiplin terkait dengan proses rantai suplai minyak goreng bagi masyarakat. Sigit juga menegaskan bahwa, Polri melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan di tingkat pusat maupun daerah akan membantu pengawalan, pengawasan dan proses pendistribusian minyak goreng ke pasaran.

Menurut dia, komitmen tersebut untuk memastikan minyak goreng tersalurkan dengan baik ke pasaran dan dijual dengan harga yang sesuai dengan kebijakan pemerintah, khususnya minyak goreng curah yang diatur sesuai harga eceran tertinggi Rp 14 ribu per liter atau setara Rp 15 ribu per kilogram.

Advertisement

Dengan demikian, ia berharap, kebutuhan minyak goreng di masyarakat dapat terpenuhi sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengantre untuk mendapatkan bahan pokok tersebut. "Saya minta Bhabinkamtibmas untuk melaksanakan pengecekan ke semua pasar tradisional,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengecekan dilakukan untuk mendapatkan informasi setiap waktu terkait pasokan minyak goreng di pasaran Pihaknya akan mendapatkan informasi pasar mana yang tengah mengalami kekosongan pasokan, termasuk mengecek harga jual tidak sesuai kebijakan.

“Informasi ini bisa dilaporkan ke Satgas Pangan sehingga Polri bisa berkoordinasi dengan rekan-rekan produsen dan distributor juga kementerian terkait untuk memastikan semua sesuai aturan,” kata Sigit.

Masih di dalam kesempatan yang sama, Kapolri mengimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan minyak goreng di pasaran. Pemerintah dan seluruh pihak terkait bekerja keras untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga penjualan yang telah diatur.

"Sekali lagi saya mengimbau rekan-rekan produsen, rekan-rekan distributor yang sudah terdaftar dan membuat pakta integritas untuk segera salurkan barang, salurkan minyak. Sehingga keberadaan minyak di pasar secara cepat bisa terisi," kata Sigit.

Pengecekan pasokan minyak goreng di PT Asianagro Agungjaya, Cilincing, Jakarta Utara juga dihadiri Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam kunjungan di PT Asianagro Agungjaya, Kapolri mendapatkan informasi dari perusahaan mengeluarkan 800 ton minyak goreng per hari.

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait