Kasus Covid-19 Melonjak, Makau Karantina 5.000 Orang

Makau mewajibkan karantina terhadap 5.000 orang seiring melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah tersebut.
Image title
25 Juni 2022, 09:30
makau, infeksi baru, kasus covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Si
Makau melaporkan 39 infeksi baru pada Jumat, sehingga total kini terdapat 149 kasus.

Pihak berwenang di Makau telah mengunci beberapa bangunan tempat tinggal untuk menekan kasus Covid-19 yang meningkat. Banyak bisnis ditutup, kecuali kasino yang sebagian besar tetap buka.

 

Bekas koloni Portugis ini melaporkan 39 infeksi baru pada Jumat, sehingga total kini terdapat 149 kasus. Sekitar selusin bangunan dikunci dan penduduk dilarang pergi.

“Lebih dari 5.000 orang berada dalam karantina wajib”, kata pemerintah setempat seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/6).

Advertisement

Petugas kesehatan setempat sedang menguji lebih dari 600.000 penduduk. Naiknya kasus Covid-19, akan sangat berdampak pada pendapatan kasino. Para analis menjelaskan bahwa beberapa minggu mendatang,  pendapatan kasino akan mendekati nol. 

Pusat kasino di Macau mencatat 31 kasus pada hari Minggu lalu. Selain dari itu, Macau memberlakukan pembatasan kepada pengunjung, kecuali penduduk Hong Kong, Taiwan, dan Dataran Cina. 

Dilansir dari CNN, saham kasino Makau jatuh pada Senin lalu. Penurunan tajam terjadi kepada Sands China lebih dari 8% dalam penurunan terbesar sejak 15 Maret. Selain itu, MGM China, Wynn Maccau, Galaxy Entertainment, Melco dan SJM Holdings turun antara 4% dan 7%. 

Namun, kasus Covid- 19 yang dihadapi Makau masih dianggap kecil dibandingkan di wilayah lain di Cina. Hong Kong mencatatkan kasus melonjak sebanyak 1.000 per hari untuk bulan ini dan lebih dari 9.000 angka kematian.  

Sementara Shanghai melaporkan ada 143 kasus baru virus Corona 19 pada 23 Juni. Dalam total kasus baru tersebut, 37 kasus di antaranya bergejala dan 106 orang tidak memiliki gejala.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait