Keuntungan Miliaran Rupiah Penjualan Tiket di Balik Tragedi Kanjuruhan

Panitia Pelaksana Pertandingan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan dik berujung tragedi menjual tiket melebihi kapasitas stadion.
Agustiyanti
3 Oktober 2022, 07:00
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, stadion kanjuruhan, arema fc vs persebaya
Antara/Ari Bowo Sucipto
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan merupakan tragedi sepakbola terburuk kedua di dunia.

Pertandingan antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) hingga kini telah menelan 131 korban jiwa. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan sejumlah kesalahan yang dilakukan panitia di belakang insiden ini, antara lain jumlah tiket yang dijual melebihi kapasitas stadion. 

Mahfud mengatakan, kepolisian sebenarnya sudah memberikan sejumlah usulan-usulan teknis di lapangan kepada panitia terkait keamanan pertandingan. Beberapa di antaranya, pelaksanaan pertandingan pada sore hari dan jumlah penonton sesuai dengan kapasitas stadion yakni 38 ribu orang. 

"Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000," kata Mahfud pada Minggu (2/10), seperti dikutip dari Antara. 

Menurut Mahfud, banyaknya korban jiwa dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi karena para supporter berdesak-desakan untuk keluar dari stadion. Banyak yang akhirnya terinjak-injak dan sesak nafas.

Advertisement

Para penonton berdesak-desakan keluar dari stadion setelah polisi menembakkan gas air mata ke sejumlah penjuru stadion. Tindakan ini dilakukan untuk membubarkan aksi kerusuhan yang dilakukan sebagian supporter di tengah lapangan usai Arema gagal memenangkan pertandingan. 

 

Penjualan tiket melebihi kapasitas stadion ini bukan dilakukan secara diam-diam oleh panitia pelaksana. Sejak pekan lalu, Panitia Pelaksana Arema FC sudah mengumumkan di media akan menjual 42 ribu tiket. 

Sehari sebelum pertandingan, yakni pada (30/9), panitia juga mengumumkan bahwa seluruh tiket telah ludes terjual. 

Berapa sebenarnya yang diraup pantia dari penjualan tiket?

Penjualan tiket pertandingan Arema vs Persebaya ini terbagi ke dalam tiga kategori, yakni ekonomi  sebanyak 37.980 lembar, VIP 1.880 lembar, VVIP 200 lembar, sedangkan sisanya 1.940 untuk sponsor dan tamu undangan. Adapun harga tiket yakni VVIP Rp 250 Ribu, VIP Rp 150 ribu dan ekonomi Rp 50 ribu. 

Berdasarkan perhitungan Katadata.co.id berdasarkan jumlah tiket yang dijual dan harganya, panitia memperoleh Rp 2,23 miliar. Ini terdiri dari penjualan dari tiket ekonomi Rp 1,9 miliar, VIP Rp 282 juta, dan VVIP Rp 50 juta. 

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 3 : 2 dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023. Ribuan suporter Aremania yang tak terima dengan kekalahan tersebut merangsek masuk ke area lapangan.

Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, barracuda. Semenatra itu, beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan langsung diserbu pemain.

"Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10).

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu semakin membesar ketika sejumlah suar atau flare dilemparkan. Benda-benda lainnya juga dilempar oleh suporter. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut. Ada kobaran api pada sejumlah titik di dalam Stadion Kanjuruhan. Terlihat ada dua unit mobil polisi di dalamnya.

Namun demikian, Antara mencatat, jumlah petugas keamanan tidak sebanding dengan jumlah suporter Arema FC yang masuk ke lapangan yang mencapai ribuan. Petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Nico menyampaikan, penembakan gas air mata dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan tidak puas atas hasil pertandingan Persebaya dan Arema FC. Mereka kemudian turun ke lapangan dan melakukan tindakan anarkis.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," ujar Nico.



News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait