Kemenkes Sebut Penularan Covid-19 Varian XBB Sudah Melewati Puncaknya

Abdul Azis Said
7 Desember 2022, 12:22
covid-19, varian XB, kasus covid-19
ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie/foc.
Ilustrasi. Kemunculan varian baru sering kali menyebabkan lonjakan kasus Covid-19, termasuk saat XBB ini.

Kementerian Kesehatan melihat tanda-tanda penularan Covid-19 varian XB sudah melewati puncaknya. Efek yang ditimbulkan oleh varian baru tersebut juga diklaim relatif ringan yang ditunjukkan oleh angka kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta.

"Angka Covid-19 semakin lama makin rendah meski ada sedikit peningkatan (varian XBB) tetapi kami menduga peningkatan ini suda mencapai puncaknya," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam acara  The 11th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/12).

Kemunculan varian baru, menurut Dante, sering kali menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri, termasuk saat XBB ini. Pengelolaan pandemi melalui implementasi protokol kesehatan menjadi kunci untuk meminimalisir lonjakan jumlah penularan varian baru,

Selain angka penularannya yang tidak sebesar varian Delta, tingkat fatalitas varian XBB juga relatif lebih rendah. Pengaruhnya secara klinis tidak terlalu besar. Walhasil angka kematiannya juga jauh lebih sedikit. Jumlah kematian di rumah sakit akibat XBB dalam tujuh hari terakhir sebanyak 337, lebih rendah dibandingkan saat varian Delta.

Adapun dampak varian XBB yang tidak signifikan itu, menurut dia, juga seiring makin banyak masyarakat yang sudah  divaksinasi. Jumlah vaksinasi sampai 5 Desember sudah mencapai 446,1 juta vaksinasi. Ini terdiri atas vaksinasi dosis pertama sebanyak 203,7 juta. Dante menyebut sekitar 64% dari populasi Indonesia juga sudah mendapat vaksinasi lengkap dua dosis, yakni 174,3 juta.

Pemerintah juga meneruskan program vaksinasi tambahan selain vaksinasi pertama dan kedua, atau vaksin booster. Sebanyak 67,1 juta orang sudah memperoleh vaksin booster pertama. Pemerintah juga memulai vaksin booster kedua yang realisasinya suda sebanyak 955,4 ribu.

"Hanya saja yang booster kedua ini angkanya masih rendah masih sekitar 18 ribu injeksi per hari. Kita harapkan vaksinasi booster kedua ini setelah kita mengeluarkan aturan diperbolehkan untuk orang tua, muda-mudahan jumlah yang divaksinasi meningkat, sehingga angka kematian yang terjadi karena kematian COvid-19 bisa semakin turun," kata Dante.

Dikutip dari Antaranews, jumlah kasus positif baru pada Senin (5/12) sebanya 2.234 orang. Penyumbang utama dari penambahan tersebut terutama berasal dari DKI Jakarta yang mencakup 36% dari total kasus baru. Dua provinsi lainnya yang juga menyumbang kasus baur paling besar yakni Jawa Barat dan Banten.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait