Daftar Jalan Tol Baru Beroperasi Penuh dan Fungsional saat Nataru 2022

Kementerian PUPR, terdapat 2.578 km jalan tol dan 46.690 km jalan nasional yang siap dipergunakan untuk lalu lintas Nataru dengan kondisi kemantapan sebesar 91,8%.
Nadya Zahira
14 Desember 2022, 07:59
jalan tol, tol, nataru
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.
Ilustrasi. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan, kesiapan infrastruktur jalan dalam mendukung arus mudik Nataru 2022/2023 sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR memastikan kesiapan jalan tol dan jalan nasional untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada libur Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 atau Nataru. Berdasarkan data Kementerian PUPR, terdapat 2.578 km jalan tol dan 46.690 km jalan nasional yang siap dipergunakan untuk lalu lintas Nataru dengan kondisi kemantapan sebesar 91,8%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kesiapan infrastruktur jalan dalam mendukung arus mudik Nataru 2022/2023 sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini juga didukung dengan penambahan ruas tol beroperasi pada tahun ini, berikut jalan tol yang dioperasikan secara fungsional untuk mendukung kelancaran libur Nataru, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera. 

"InsyaAllah jalan sudah lebih bersih dari sebelumnya dengan dilakukan peningkatan kualitas dan estetika, khususnya di jalan tol melalui beautifikasi di 66 ruas tol dengan total panjang 1.405 km," ujar Basuki saat Rapat Kerja Persiapan Nataru dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (13/12/2022). 

Basuki menjelaskan terdapat beberapa  penambahan ruas tol operasi di Pulau Jawa sepanjang tahun ini hingga November, yakni: 

  • Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Seksi 1 Cileunyi – Pamulihan, 11,4 km)
  • Cibitung – Cilincing (Seksi 2 dan 3 Telaga Asih – Gabus Indah – Taruma Jaya, 24,4 km)
  • Serpong – Balaraja (Seksi 1 Serpong – CBD, 3,9 km) sudah operasi
  • Bekasi Cawang Kampung Melayu (Seksi 1 A dan Koneksi Jalan Tol Wiyoto Wiyono Sisi Timur, dan Off Ramp Jatiwaringin 2 km).

"Secara keseluruhan jalan tol di Pulau Jawa yang operasional sepanjang 1.670 km dengan di lengkapi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) sebanyak 88 TIP terdiri dari 53 TIP tipe A, 29 TIP tipe B, dan 6 TIP tipe C," ujar Basuki. 

Basuki juga menyebut sejumlah jalan tol telah selesai konstruksi juga akan dioperasionalkan secara fungsional  untuk mendukung kelancaran lalu lintas Nataru di Pulau Jawa, yakni:

  • Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Seksi 2 dan 3 Ranca Kalong-Sumedang, Sumedang–Cimalaka, 21 km)
  • Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Seksi 2A Jaka Sampurna – Kayuringin – Ujung, 4,8 km)
  • Krian-Legundi-Bunder-Manyar (Tahap 1 Junction Wringanom, 7,4 km), dan Tol Semarang Demak (Seksi 2 Sayung – Demak, 16,31 km).

"Ini sangat membantu untuk mengatasi kemacetan antara Semarang-Demak, termasuk selesainya penggantian jembatan Callender Hamilton di antara Semarang-Demak yang sudah kita operasikan secara fungsional sejak 18 November yang lalu," ujar Basuki.

Adapun jalan tol yang telah dioperasionalkan secara fungsional di Pulau Jawa lainnya yakni:

  • Jakarta-Cikampek Selatan (Segmen Sadang – Kutanegara, 8,5 km)
  • Cinere - Jagorawi (Seksi 3A Kukusan – Cinere, 3 km)
  • Ciawi – Sukabumi (Seksi 2 Cigombong – Cibadak, 11,9 km). 

Kementerian PUPR juga memperbaiki/memperlebar jalan tol yang telah dilakukan sepanjang tahun lalu, antara lain:

  • Tangerang – Merak segmen Cikande – Serang Timur sepanjang 20 km dengan progres 37%
  • Jakarta – Cikampek Jalur A (KM50 – KM 62) dan Jalur B (KM 67 – KM50) dengan progres 75 %
  • Peninggian Tol Pondok Aren – Serpong (BSD) KM 8 pada jalur arah Jakarta dengan target selesai Desember 2022.

Pada kesempatan yang sama, Basuki juga menyebutkan bahwa untuk jalan nasional nontol di Pulau Jawa yang siap digunakan sepanjang 5.026 km, terbagi atas:

  • Lintas Utara Jawa 1.341 km (mantap 92%)
  • Lintas Tengah Jawa 1.197 km (mantap 94%)
  • Lintas Selatan Jawa 888 km (mantap 97%)
  • Pantai Selatan Jawa 1.599 km (mantap 93%). 

Basuki mengatakan, persiapan Nataru 2022/2023 di Pulau Jawa juga difokuskan pada infrastruktur jalan yang terdampak bencana. Ini antara lain mencakup:

  • Penimbunan pada jalan longsor akibat Erupsi Gunung Semeru di Ruas Jalan Nasional Probolinggo-Lumajang-Turen KM 59+300
  • Penanganan longsor jalan Batas Kabupaten Pacitan – Jarakan, di Kabupaten Trenggalek
  • Penanganan jalan tertutup longsor akibat Gempa Cianjur di Jalan Akses Cipanas - Cugeneng - Cianjur dan Jalan Mangunkerta, Kecamatan Cugenang. 

Reporter: Nadya Zahira
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait