Instagram akan Hilangkan Fitur Like di Postingan Pengguna

Kebijakan menghilangkan like di postingan Instagram akan diterapkan kepada sebagian pengguna di Amerika Serikat mulai minggu depan.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
11 November 2019, 12:46
instagram
alexey malkin|123RF.com
ilustrasi instagram. Pengguna masih dapat melihat secara pribadi banyaknya jumlah like pada postingan jika diinginkan. Namun, pengguna lain tidak dapat melihatnya.

Instagram berencana menghapus jumlah like dalam postingan foto atau video penggunanya di Amerika Seriikat (AS) mulai minggu depan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi persaingan popularitas antar pengguna yang menyebabkan adanya gangguan pada kesehatan mental.

"Apa yang kami harapkan adalah untuk menekan persaingan dan kompetisi di Instagram. Idenya, untuk mengurangi kecemasan dan perbandingan sosial di antara anak muda," ujar Bos Instagram, Adam Mosseri seperti dilansir dari Aljazeera, Senin (11/11).

Instagram telah mulai menyembunyikan tampilan like pada postingan  foto dan video penggunanya di Kanada sejak April, kemudian berlanjut di Jepang dan Brazil. Kebijakan ini juga akan diterapkan di AS yang merupakan salah satu pasar terbesar Instagram dengan pengguna mencapai 106 juta. 

(Baca: Wacana Denda Facebook, Regulasi Uni Eropa dan Usaha Bendung Hoaks)

Uji coba untuk pengguna AS akan dimulai pada minggu depan dan berdampak bagi sebagian pengguna. Pengguna masih dapat melihat secara pribadi banyaknya jumlah like pada postingan jika diinginkan. Namun, pengguna lain tidak dapat melihatnya.

Rencana ini dikembangkan untuk mengurangi kecemasan sosial bagi pengguna Instagram, terutama pengguna kalangan muda. Banyaknya jumlah like dan pengikut dinilai memunculkan persaingan untuk mengukur tingkat popularitas. 

Untuk menyiasati jumlah like dan pengikut, tak jarang pengguna menggunakan cara cara yang instan dengan membeli pengikut dari bot dan like palsu. 

"Idenya adalah untuk mencoba dan mengurangi kecemasan dan perbandingan sosial, khususnya dengan pandangan terhadap kaum muda," kata dia.

(Baca: Pertegas Posisi, Facebook Ganti Logo Perusahaan dengan GIF Warna-Warni)

Beberapa platform media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook sudah menjadi bahan perdebatan sejak lama lantaran dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif yang dapat mengganggu kesehatan mental.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh United Kingdom's Royal Society for Public Health pada 2017, ditembukan banyak pengguna Instagram yang memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi. Bahkan, ada yang mengalami perundungan (bullying) dan kondisi takut ketinggalan informasi terkini (Fear Of Missing Out/FOMO). 

Besarnya pengguna instagram juga menjadikan media sosial ini menjadi salah satu aplikasi yang kerap digunakan untuk propoganda politik, seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.

 

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait