Kominfo : 7,8 Juta Data Penumpang Malindo Air Bocor, 2% dari Indonesia

Dari 7,8 juta data penumpang Malindo Air yang bocor, 66% berasal dari kewarganegaraan Malaysia, 4 % dari India, dan 2 % dari Indonesia.
Image title
26 September 2019, 21:10
Sejumlah calon penumpang antre naik ke pesawat maskapai Lion Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/7/2019). Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro me
ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG
Ilustrasi. Dari hasil investasi awal yang dilakukan pihak independen, 66% data penumpang Malindo Air yang bocor berasal dari kewarganegaraan Malaysia, 4 % dari India, dan 2 % dari Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut terdapat 7,8 juta data Malindo Air yang bocor.  Dari jumlah tersebut, 2% di antaranya merupakan data penumpang Indonesia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan pihanya telah menemui Jabatan Perlindungan Data Pribadi (JPDP) Malaysia dan Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KMMM) guna membahas kebocoran data tersebut. Dari pertemuan tersebut, menurut dia. JPDP menyebut kebocoran data mencakup penumpang dari 18 negara, terutama negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. 

"JPDP Malaysia telah meminta Malindo Air untuk melakukan koordinasi dengan otoritas perlindungan data pribadi di 18  negara sesuai hasil investigasi awal yang menemukan kebocoran data pribadi yang berasal dari 18 (delapan belas) kewarganegaraan," ujar Ferdinandus dalam siaran pers, Kamis (26/9).

(Baca: Kominfo Ungkap Sumber Kebocoran Data Penumpang Lion Air Pekan Depan)

 

Kominfo, menurut dia, juga telah meminta keterangan kepada Malindo Air. Dari hasil investasi awal yang dilakukan pihak independen,  66% data penumpang yang bocor berasal dari kewarganegaraan Malaysia, 4 % dari India, dan 2 % dari Indonesia.  

"Pemerintah Indonesia menunggu hasil investigasi pada tahap lanjutan yang dilakukan oleh pihak JPDP Malaysia serta akan terus berkoordinasi dengan pihak Malindo Air," ungkap dia. 

 

 

Menurut dia,  JPDP Malaysia masih melakukan investigasi terkait kasus ini. Di sisi lain, Malindo Air juga telah melakukan langkah-langkan pengamanan dengan melakukan tinjauan dan perbaikan kontrak prosesor data atau penyedia jasa layanan yang digunakan, seperti platfrom e-commerce GoQuo.

Ke depan, menurutd dua, masih akan ada pertemuan lanjut antara Ditjen Aptika Kominfo dengan Malindo Air guna membahas penanganan lebih lanjut. "(Pertemuan) akan digelar pada awal Oktober 2019 mendatang," ujarnya.

(Baca: Data Penumpang Bocor, Lion Group Jelaskan Langkah Hukum di Malaysia)

Sebelumnya,  situs BleepingComputer pada Selasa (17/9) mengungkap puluhan juta data pelanggan dari dua maskapai penerbangan yang dikelola Lion Air, yakni Malindo Air dan Thai Lion Air telah bocor dalam sebulan terakhir. Data itu meliputi identitas, nomor paspor, alamat, hingga nomor telepon penumpang.

Rincian data penumpang kedua maskapai tersebut diunggah dan disimpan oleh Amazon Web Services (AWS) selaku penyedia layanan data eksternal. Basis data pertama memiliki 21 juta catatan yang meliputi identitas penumpang, pemesanan, alamat pelanggan, nomor telepon, dan email.

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait