Berebut Pangsa Pasar Jaringan Internet Rumah Lewat Layanan Game

Berdasarkan data yang dimiliki XL Home, 46% pengguna internet bermain game online, 36% menonton video streaming game online, dan 17% ikut turnamen e-sport.
Image title
21 September 2019, 08:07
game online
ANTARA FOTO | Rahmad
Ilustrasi. Berdasarkan data yang dimiliki XL Home, 46% pengguna internet bermain game online, 36% menonton video streaming game online, dan 17% ikut turnamen e-sport.

Industri game beberapa tahun terakhir tumbuh sangat cepat dan mendorong potensi pasar industri lainnya, termasuk industri jaringan internet rumah.

Operator telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk yang setahun terakhir mengembangkan jaringan internet rumah melalui XL Home juga turut melirik layanan game untuk mendongkrak pangsa pasarnya.

"Game, awal tahun depan kami ada (tambahan layanan). Kita kan device-nya android certified, jadi di google environment sendiri sudah ada game berbayar dan gratis," ujar Head of Product XL Home Roy Wishnu Wibowo di Jakarta, Jumat (21/9).

Roy menjelaskan pihaknya menyasar pasar generasi milenial. Layanan game pun dapat menjadi salah satu strategi perusahaan meningkatkan pasar perusahaan.

Adapun saat ini, menurut dia, pihaknya juga terus meningkatkan layanan video dan film streaming yang sebenarnya memiliki potensi pasar paling tinggi terkait kebutuhan internet saat ini. Saat ini, pihaknya sudah memiliki kerja sama layanan video atau film streaming, antara lain dengan Netflix, Iflix, dan Catchplay. 

"Kami dalam waktu dekat akan ada kerja sama dengan HOOQ dan video streaming lain," jelas dia.

(Baca: Potensi Bisnis Besar, Google Bakal Luncurkan Region Cloud di Jakarta)

Berdasarkan data yang dimiliki Roy, saat ini 98% pengguna internet menonton video secara online. Kemudian 50% melakukan streaming tv online, 46% bermain game online, 36% menonton video streaming game online, dan 17% ikut dalam turnamen e-sport.

Saat ini, menurut Roy, jaringan internet XL Home sudah mencakup 195 ribu area rumah (homepass) yang tersebar di sejumlah kota. Dari jumlah cakupan tersebut sekitar 8% sudah menjadi pelanggan XL Home atau mencapai sekitar 15 ribu pelanggan.

XL Home menargetkan hingga akhir tahun dapat mencaku 250 ribu homepass dengan penetrasi mencapai 17%. Dengan demikian, jumlah pelanggan diperkirakan mencapai 34 ribu rumah tangga hingga akhir tahun.

Adapun dalam jangka panjang atau pada 2021, XL Home menargetkan dapat menjangkau sebanyak 500 ribu homepass.

(Baca: Survei APJII: Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia Capai 64,8%)

Provider jaringan internet kabel lainnya, Myrepublic sudah lebih dulu mengandalkan layanan game guna mendongkrak pasar. Provider di bawah bendera Sinarmas Group ini bahkan memiliki paket layanan yang digabung atau bundling dengan konsol game Playstation.

"Banyak pelanggan kami dari kalangan gamers. Karena kami memang unggul dari sisi kecepatan dan layanan stabil. Boleh dibilang harga kami paling bersaing untuk setiap bandhwithnya," ujar Vanessa T. Octavia, PR, Marcom, & ATL Manager MyRepublic.

Saat ini, menurut Vanessa, MyRepublic sudah memiliki sekitar 200 ribu pelanggan dengan pertumbuhan setiap bulan mencapai 8-10 ribu pelanggan baru. Adapun mayoritas merupakan pelanggan rumah tangga.

Sementara wilayah yang dicakup wilayah tersebut, yakni Palembang, Medan Jabodetabek, Semarang, Malang, Surabaya, dan Bandung.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait