Fintech Modalku Salurkan Pinjaman Rp 8,5 Triliun di Asia Tenggara

Dari total pinjaman yang disalurkan Modalku di tiga negara Asia Tenggara sebesar Rp 8,5 triliun, sekitar Rp 5 triliun disalurkan di Indonesia.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
4 September 2019, 16:28
modalku, fintech
Arief Kamaludin | KATADATA
Ilustrasi. Fintech pinjam meminjam, Modalku hingga kini telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 5 triliun di Indonesia.

Fintech pinjam-meminjam (peer to peer lending), Modalku menyebut telah menyalurkanpinjaman sebesar Rp 8,5 triliun kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara regional, mencakup Indonesia, Malaysia, dan Singapura.  Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 5 triliun di salurkan di Indonesia.

CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan, jumlah penyaluran pinjaman secara regional itu terhitung sejak Modalku beroperasi pada Januari 2016 lalu. "Indonesia sampai saat ini (penyaluran pinjamannya) mencapai Rp 5 triliun," ujar Reynold di sela-sela acara Indonesia Fintech Forum 2019 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (4/9).

Reynold mengatakan, jumlah peminjamnya secara regional mencapai hampir 1 juta peminjam (borrower).  Sementara jumlah pemberi pinjaman (lender) kini mencapai lebih dari 100 ribu pendaftar. 

(Baca: Dapat Suntikan Modal Rp 71 M, Gibran Siap Tambah 100 Gerai Goola)

Ia menargetkan, perusahaan dapat menyalurkan lebih banyak pinjaman lagi, khususnya pada sektor UMKM di Indonesia. "Kami targetkan (dapat menyalurkan) mungkin sekitar Rp 6,5 sampai 7 triliun (hingga akhir tahun)," ujarnya.

Untuk mencapai target penyaluran itu, Reynold menjelaskan bahwa perusahaan melakukan upaya-upaya kolaborasi dengan beberapa partner untuk mendorong pinjaman para UMKM. "Contohnya (kami bekerja sama) dengan TaniHub, Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. Kami lakukan kerja sama untuk mendorong itu (penyaluran pinjaman)," ujarnya.

(Baca: Sediakan Pinjaman untuk Penjual, Tokopedia Gandeng Modalku)

Akhir bulan lalu, Tokopedia bekerja sama dengan Modalku dalam menyediakan pinjaman bagi mitra penjualnya. Layanan pembiayaan ini tersedia melalui fitur Modal Toko.

Reynold mengatakan, inovasi menjadi kunci atas persoalan UMKM lokal, termasuk segmen pedagang online . “Kerja sama ini menjadi salah satu cara untuk memperluas akses pinjaman usaha yang terjangkau bagi sektor yang belum terlayani (underserved),” kata dia dalam siaran pers, Senin (22/7)

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait