Apple Bakal Lacak iPhone yang Dijarah Saat Kerusuhan di AS

Toko-toko Apple di Washington D.C, Los Angeles, San Francisco, New York, dan Philadelphia menjadi korban penjarahan saat kerusuhan di AS.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
4 Juni 2020, 14:54
kerusuhan AS, apple, iphone, penjarahan toko apple, penjarahan toko iphone, kematian george floyd
123RF.com
Ilustrasi. Sejumlah toko Apple di AS tutup akibat aksi penjarahan.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple memperingatkan bahwa produk Iphone hasil jarahan saat kerusuhan dalam aksi protes Kematian George Floyd tak dapat dipergunakan. Apple juga akan melacak produk-produk yang dicuri para penjarah dari toko ritel mereka. 

Toko-toko Apple di Washington D.C, Los Angeles, San Francisco, New York dan Philadelphia menjadi korban penjarahan saat kerusuhan pecah dalam aksi protes atas kematian George Floyd. Pria keturunan Afrika-Amerika ini tewas 

Namun, Apple memberi peringatan pada penjarah, bahwa produk mereka iPhone tidak bisa diaktifkan dan akan dilacak. Akan ada pemberitahuan di perangkat setelah penjarah coba mengaktifkan.

"Perangkat ini telah dinonaktifkan dan sedang dilacak. Otoritas setempat akan diberitahu," kata Apple dalam pemberitahuan di perangkat yang dijarah itu dikutip dari Forbes pada Rabu (3/6).

(Baca: Pengguna Video Melonjak Selama Pandemi, Pendapatan Zoom Naik 169% )

Seseorang di media sosial bahkan mengunggah sebuah postingan tentang informasi pemberitahuan itu. "Silakan kembalikan ke Apple Walnut Street," dikutip dari tampilan iPhone yang diunggah melalui akun Twitter @onlyfanobtainer pada beberapa waktu lalu (31/5). Apple Walnut Street merupakan toko ritel milik Apple yang dijarah saat aksi protes. 

Diketahui, Apple memang mengoperasikan beberapa bentuk perangkat lunak yang bisa menonaktifkan produk mereka ketika diambil secara ilegal dari toko. Perangkat itu digunakan agar produk mereka tidak lagi berharga setelah dicuri.

Setelah dijarah, produk Apple memang tidak bisa digunakan, tapi penjarah kemungkinan bisa menjualnya atau melucuti perangkat tersebut. Orang yang khawatir pelacakan juga dapat membuangnya begitu saja. 

(Baca: Tutup Toko di AS, Apple Jual Murah iPhone di Tiongkok)

Akibat penjarahan itu, sebagian toko Apple di AS kini ditutup. Padahal, Apple sebelumnya mengumumkan rencana pembukaan 100 toko karena penambahan kasus positif Covid-19 menurun.

"Dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan tim, kami menutup sejumlah toko di AS pada Minggu," kata Apple dalam keterangan resminya dikutip dari CNET. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait