Induk Facebook Gencarkan Kampanye Metaverse di Indonesia

Induk Facebook, Meta menggencarkan kampanye Metaverse untuk meraup pasar Indonesia.
Image title
3 Februari 2022, 18:59
Facebook, metaverse, meta
Facebook
Ilustrasi. Induk Facebook Meta akan gencar mengampanyekan metaverse dengan melibatkan kreator konten, gamers, dan influencers sehingga masyarakat Indonesia siap menerima teknologi baru ini.

Induk Facebook, Meta meluncurkan rangkaian program kampanye baru di Indonesia bernama #MenujuMetaverse. Upaya itu dilakukan untuk meraup pasar metaverse atau dunia virtual di Indonesia.

Rangkaian program #MenujuMetaverse hadir mulai bulan ini hingga Mei 2022. Program tersebut akan hadir di Meta Indonesia Facebook Page.  Selain itu, program akan hadir di Instagram Live serta kanal podcast hasil kolaborasi Facebook dengan @Box2Box.

Dalam program tersebut, Meta akan menghadirkan orang-orang yang telah terlibat langsung dalam pembangunan dunia metaverse. Orang-orang itu kemudian akan membedah metaverse melalui kaca mata keahlian masing-masing.   

"Kami akan membedah peluang-peluang yang terbuka di metaverse serta bagaimana Indonesia dapat bersiap untuk mendapatkan manfaat dari dunia baru ini," kata Country Director untuk Meta di Indonesia Pieter Lydian dalam siaran pers, Kamis (3/2).

Advertisement

Selain diskusi, menurut Pieter, Meta akan gencar mengampanyekan metaverse dengan melibatkan kreator konten, gamers, dan influencers sehingga masyarakat Indonesia siap menerima teknologi baru ini. Perusahaan percaya bahwa metaverse merupakan evolusi teknologi yang akan datang. 

"Metaverse akan menghadirkan pengalaman imersif dan interaktif yang membuat banyak orang dapat memilih untuk bertemu, belajar, serta berlatih di tempat-tempat yang sebelumnya tidak terjangkau karena akses tempat tinggal atau kemampuan mereka," kata Pieter.

Meta memang tengah gencar mengembangkan teknologi metaverse secara global. Perusahaan bahkan mengubah namanya dari semula Facebook menjadi Meta.

CEO Meta Mark Zuckerberg ingin mengubah perusahaan media sosial ini menjadi ‘perusahaan metaverse’ dalam lima tahun ke depan. Mark menggambarkan ‘perusahaan metaverse’ sebagai internet yang memungkinkan setiap orang seolah-olah hidup di dalamnya. “Alih-alih hanya melihat konten,” kata dia dikutip dari BBC, tahun lalu (24/7/2021).

Kepada The Verge, Mark menyampaikan bahwa orang-orang tidak seharusnya hidup melalui ponsel pintar (smartphone). “Itu bukan bagaimana orang dibuat untuk berinteraksi,” katanya.

Salah satu aplikasi metaverse yang akan dikembangkan oleh Facebook yakni konser 3D atau tiga dimensi. “Anda merasa hadir dengan orang lain, seolah-olah berada di tempat lain. Memiliki pengalaman berbeda yang tidak dapat dilakukan di aplikasi atau halaman web 2D, seperti menari atau berbagai jenis olahraga,” ujarnya.

Facebook juga sedang mengerjakan platform ‘kantor tanpa batas’ melalui Virtual Reality (VR). “Alih-alih panggilan telepon, Anda akan dapat duduk sebagai hologram di sofa saya, atau sebaliknya,” kata Mark. 

Meta juga gencar berinvestasi di sektor metaverse. Tahun lalu, Meta mengeluarkan dana US$ 10 miliar atau Rp 143 triliun untuk metaverse.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait