Pandemi Akan Berlalu, Aplikasi PeduliLindungi Bisa Berubah Kegunaan

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatdmodjo menceritakan kemungkinan aplikasi PeduliLindungi untuk membantu program-program pemerintah setelah pandemi, salah satunya dalam menyalurkan subsidi.
Agustiyanti
17 Oktober 2022, 17:50
kartika wirjoatmodjo, bumn, kementerian BUMN, pandemi, pedulilindungi
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan paparan saat menjadi pembicara pada diskusi panel II State-Owned Enterprises (SOE) International Conference di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Senin (17/10/2022). Diskusi panel tersebut mengangkat tema "Economic Transformation through Digitalization Impact to Nation's Trade and Investment.

Presiden Joko Widodo telah menyatakan kemungkinan Indonesia mengakhiri status pandemi Covid-19 dan memasuki masa endemi. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, aplikasi PeduliLindungi masih berpotensi membantu program pemerintah setelah pandemi berakhir.

"Kami sedang berdiskusi dengan kementerian lain, bagaimana nantinya pemanfaatan PeduliLindungi setelah pandemi," ujar Kartika dalam SOE Conference di Nusa Dua, Bali, Senin (17/10). 

Ia menjelaskan, pihaknya antara lain tengah melihat kemungkinan PeduliLidungi untuk membantu program pemerintah lainya. Salah satunya, dalam penyaluran subsidi. 

"Apakah bisa menjadi alat G2P, dari pemerintah ke rakyat, untuk subsidi, dan untuk penggunaan lainnya. Itu yang ingin kami dorong bersama PeduliLindungi," kata dia. 

Advertisement

Kartika memberikan gambaran terkait perluasan fungsi PeduliLindungi saat menceritakan pengembangan superapps di lingkungan BUMN. PeduliLindungi diinisiasi oleh Kementerian BUMN bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan PT Telkom Indonesia. 

Di sisi lain, Kepala Bidang Komunikasi Kantor Transformasi Digital Kemenkes Karina Kusumawardani sebelumnya menjelaskan, Pedulilindungi berpotensi menjadi super apps untuk membantu program kesehatan pemerintah. “Kami masih melakukan assessment. Yang pasti rencananya ke aplikasi kesehatan masyarakat yang serba bisa,” ujar Karina di sela-sela pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG) yang keempat di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/8).

PeduliLindungi saat ini memiliki fitur-fitur tambahan.  Salah satunya, sertifikat vaksin internasional dalam format Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Eropa untuk memudahkan warga negara Indonesia (WNI) yang ingin ke luar negeri dan warga negara asing (WNA) yang ingin masuk ke Indonesia. Ada juga fitur grup check in untuk memudahkan orang tua yang tidak memiliki ponsel agar tetap bisa masuk ke mal atau pusat perbelanjaan.

Selain itu, terdapat fitur imunisasi anak yang terkoneksi oleh Pedulilindungi milik orang tuanya.  "Data imunisasinya bisa muncul (di PeduliLindungi), menggantikan buku kesehatan untuk anak. Imunisasi kan biasanya ada tempelan stiker vaksin di bukunya, sekarang kita digitalisasi,” ujar Karina.

Fitur baru lainnya yakni integrasi PeduliLindungi dengan platform SATUSEHAT yang bersifat personal. Nantinya, setiap pengguna bisa memantau kesehatannya melalui aplikasi kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pencatatan medis digital.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait