Pemerintah Bakal Setop Pengiriman Gas ke Singapura

Kementerian ESDM bakal menghentikan pengiriman pasokan gas bumi dari Blok Corridor ke Singapura setelah kontraknya berakhir pada 2023.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
28 November 2019, 11:18
Karyawan memeriksa instalasi jaringan pipa gas di kawasan Onshore Receiving Facility (ORF) atau fasilitas penerimaan gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/10/2019).
ANTARA FOTO/Aji Styawan
Ilustrasi. Gas yang semula dipasok ke Singapura akan dialirkan melalui pipa Duri-Dumai‎ ke seluruh Sumatera.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bakal menghentikan pengiriman pasokan gas bumi dari Blok Corridor ke Singapura setelah kontraknya berakhir pada tahun 2023. Hal ini dilakukan guna menggenjot pemanfaatan pasokan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

‎"Gas masih banyak di Sumatera, suplai ke Singapura berakhir 2023 akan kami tarik ke dalam negeri," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Komisi VII DPR RI, Rabu (27/11).

Ia menjelaskan, gas yang semula dipasok ke Singapura akan dialirkan melalui pipa Duri-Dumai‎ ke seluruh Sumatera. Pengaliran gas kemudian akan dilanjutkan ke seluruh pulau Jawa.

Saat ini, pemerintah juga mulai melakukan penjajakan kepada pengelola sumur gas yang berada di wilayah Sumatera. Ini dilakukan agar gas dari sumur-sumur tersebut dapat disalurkan dan didistribusikan di seluruh Indonesia.

(Baca: SKK Migas: Calon Mitra Premier Oil di Blok Tuna Berasal dari Rusia)

Arifin menyebut pasokan gas dari Sumatera nantinya akan terintegrasi ke pulau Jawa melalui sejumlah ruas pipa. Proyek pipa Trans Jawa terdiri dari tiga proyek utama.

Pertama, Jawa bagian Barat terdiri dari jalur Cirebon-KHT sepanjang 84 km dan Tegalgede - Muara Tawar 50 km. Kedua, Jawa bagian utara yaitu jalur Cirebon – Semararang 235 km. Ketiga, Jawa bagian timur terdiri dari jalur Semarang – Gresik sepanjang 271 km dan East Java Gas Pipeline (EJGP) - Grati sepanjang 22, 1 km.

"Beberapa sumur sudah kami lakukan pendekatan untuk alokasi sehingga bisa menyambung pipa dari Dumai. Sumatera-Jawa , tinggal sambung cirebon gresik, sumber Blok Corridor dan Sakakemang," kata Arifin.

(Baca: Dorong Investasi, Perusahaan Migas Akan Bisa Pilih Skema Bagi Hasil)

Di sisi lain, pemerataan pasokan gas juga akan dilakukan di Kalimantan melalui pembangunan pipa Trans Kalimantan.

Pemerintah juga berencana mengembangkan Blok East Natuna. Blok Migas ini diproyeksikan mempunyai cadangan migas yang cukup besar, meski masih terkendala kandungan CO2 yang tinggi. 

"Kami melihat potensi Natuna Blok D Alfa sangat besar dan bisa ditarik sampai Pontianak turun ke bawah," jelas dia.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait