Pertamina Optimistis Valuasi Proyek Kilang Cilacap Rampung Desember

Pertamina dan Saudi Aramco telah menunjuk tim penilai independen untuk melakukan valuasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
6 November 2019, 19:52
kilang balikpapan
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi. Pertamina dan Saudi Aramco telah menunjuk tim penilai independen untuk melakukan valuasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap.

PT Pertamina optimistis proses valuasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP)  Kilang Cilacap rampung sebelum akhir tahun ini. Perusahaan plat merah ini mengaku terus melakukan diskusi dengan Saudi Aramco.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan, pihaknya dan Saudi Aramco telah menyepakatiterkait tim penilai independen untuk melakukan proses valuasi saat pertemuan G20 beberapa waktu lalu di Jepang.

"Jadi sekarang sudah kami tunjuk, dalam satu bulan paling cepat hasil valuasi keluar. Mudah-mudahan ini hasil kesepakatan," ujarnya dalam acara media briefing di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (6/11).

Dengan sudah dilakukannya penunjukkan tersebut, ia berharap tim penilai atau  International Financial Advisory Group (IFA) dapat memberikan hasil dalam jangka waktu satu bulan ke depan. "Jadi hasil IFA keluar bulan ini, tapi kesepakatan kedua pihak diupayakan desember," kata dia.

(Baca: Pertamina dan Aramco Belum Sepakat, Proyek Kilang Cilacap Mandek)

Menurut Tallulembang, pengadaan lahan untuk pembangunan Kilang Cilacap kini juga sudah mencapai 100 persen, meski terdapat satu pemilik lahan yang masih memproses kasasi di MA. Saat ini. pihaknya juga tengah melakukan tahapan lelang  early work untuk kilang tersebut. 

"Tahapannya, yakni pengerukan lahan, jalan kami relokasi, kami bikin jalan yang bagus. Itu sedang lelang sekarang," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berharap agar kilang Cilacap dipercepat. Ia menargetkan penandatanganan kerja sama dapat dilakukan tahun ini.

"Paling tidak sudah bisa start," ujarnya di Kementerian ESDM, Jumat lalu.

(Baca: Erick Beri Tenggat Pertamina-Aramco Sepakati Kilang Cilacap Tahun Ini)

Investasi untuk proyek RDMP Cilacap ditaksir mencapai US$ 5 miliar. Dengan investasi tersebut, kapasitas kilang Cilacap diharapkan meningkat dari 348 ribu barel per hari menjadi 400 ribu barel per hari dengan spesifikasi Euro V, petrokimia dasar (basic petrochemical), dan Group II Base Oil untuk pelumas. 

Pertamina dan Aramco tercatat membentuk perusahaan patungan sejak 22 Desember 2016. Pertamina memegang saham sebesar 55 persen dan Saudi Aramco sebesar 45 persen.

Kala itu, Pertamina dan Aramco menargetkan proyek RDMP Cilacap bisa dimulai pada 2021. Namun hingga kini, proyek RDMP Cilacap masih terhalang kesepakatan terkait valuasi dan spin off aset. Di sisi lain, Aramco justru begitu gencar berinvestasi kilang di negara lain, seperti Tiongkok dan Malaysia.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait