Harga Minyak Tertekan Kekhawatiran Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok

Harga minyak mentah dunia kembali turun pada penutupan perdagangan Rabu (30/10), dipicu oleh peningkatan persediaan minyak AS.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
31 Oktober 2019, 09:03
kilang minyak, harga minyak
KATADATA
Ilustrasi. Harga minyak mentah dunia kembali turun pada penutupan perdagangan Rabu (30/10) dipicu oleh peningkatan persediaan minyak AS.

Harga minyak mentah dunia kembali turun pada penutupan perdagangan Rabu (30/10) waktu Amerika Serikat (AS) tertekan peningkatan persediaan minyak mentah AS dan penurunan permintaan akibat kekawatiran terkait kesepakatan dagang AS dan Tiongkok.

Di akhir sesi, minyak mentah berjangka AS terdorong oleh  pernyataan TC Energy Corp terkait penutupan pipa minyak mentah Keystone akibat tumpahan di Dakota Utara. Perusahaan tersebut tidak mengatakan berapa lama saluran utama, yang membawa 590. ribi barel per hari (bph) minyak mentah dari Kanada ke kilang di Midwest AS, akan tidak berfungsi.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Bren ditutup, turun 4 sen menjadi US$ 60,57 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate turun 14 sen menjadi US$ 54,92.

(Baca: Ekonomi AS Tumbuh Melambat, The Fed Pangkas Bunga Acuan 0,25%)

Sementara itu pada perdagangan pagi ini hingga pukul 08.40 WIB, harga minyak mentah AS WTI untuk kontrak November turun 0,04% ke level US$ 55,04 per barel. Sedangkan harga minyak Brent kontrak Oktober naik 0,21% ke posisi US$ 60,74.

Energy Information Administration (EIA) menyebut stok minyak mentah AS melonjak pada pekan lalu di tengah impor yang tinggi dan data terbaru cadangan nasional. 

Data EIA menunjukkan stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, untuk minyak mentah berjangka AS naik pada minggu keempat berturut-turut sebanyak 1,6 juta barel pekan lalu.

Seorang pejabat pemerintah AS menyebut Amerika Serikat dan Tiongkok terus mengerjakan perjanjian perdagangan tahap pertama. Namun, diperkirakan tidak selesai tepat waktu bagi para pemimpin AS dan Tiongkok untuk menandatanganinya bulan depan.

(Baca: Harga Minyak Melemah di Tengah Ramalan Kenaikan Stok AS)

“Penjualan datang berkat optimisme memudar atas perdagangan dan penurunan suku bunga Fed. Aset berisiko mendapat pukulan karena pelaku pasar khawatir bahwa AS dan China akan menunda penyelesaian perbedaan perdagangan mereka, ”kata analis PVM Stephen Brennock.

The Federal Reserve pada Rabu memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini guna membantu mempertahankan pertumbuhan AS . Namun, The Fed mengisyaratkan tidak ada penurunan bunga lebih lanjut ke depan kecuali jika ekonomi  makin memburuk.

Pemotongan suku bunga biasanya akan membantu untuk mendukung harga minyak karena ekonomi yang lebih kuat. Ini akan mendukung permintaan yang lebih tinggi untuk minyak mentah, sementara penurunan inventaris menunjukkan pasar akan seimbang.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait