Arcandra Dorong PGN Efisiensi agar Harga Gas Lebih Kompetitif

Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar meminta perusahaan untuk mencari pasar baru dengan menciptakan harga gas lebih kompetitif melalui langkah-langkah efisi
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
30 Juli 2020, 11:04
PGN, PGAS, efisiensi, harga gas, archandra tahar
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Ilustrasi. PGN telah berhasil melakukan efisiensi antara lain dengan menghemat biaya proyek pemasangan pipa gas Blok Rokan dari US$ 450 juta menjadi US$ 300 juta.

Pandemi virus corona turut berdampak pada bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar meminta perusahaan untuk mencari pasar baru dengan menciptakan harga gas lebih kompetitif melalui langkah-langkah efisiensi. 

Mantan Menteri ESDM ini menjelaskan, PGN perlu membuat harga gas kompetitif untuk meyakinkan konsumen sehingga mampu memperoleh pasar baru. Ini penting untuk mengatasi serapan gas yang lebih rendah akibat pandemi virus corona. 

"Bagaimana caranya? PGN harus berbenah diri melakukan efisiensi," katanya dalam diskusi secara virtual, Rabu (30/7).

Salah satu langkah efisinsi yang sudah dilakukan oleh PGN adalah menghembat biaya investasi untuk proyek pemasangan pipa minyak di Blok Rokan. Nilai investasi proyek tersebut berhasil dipangkas dari yang sebelumnya US$ 450 juta menjadi US$ 300 juta.

"Kami di komisaris sejak Januari. Meeting sangat intens untuk melihat design atau teknologi yang digunakan apakah sudah efisien atau tidak. PGN sudah berhasil lakukan efisiensi US$ 150 juta," ujarnya.

Selain menghemat biaya proyek, ia meminta perusahaan untuk mengevaluasi penggunaan teknologi baru yang berhubungan dengan rantai suplai gas alain baik Liquefied natural gas/LNG, Compressed natural gas/CNG, maupun gas pipa.  Sumber daya manusia juga perlu diefektifkan dengan mengadopsi cara-cara baru di masa pandemi. 

 Adapun PGN saat ini tengah memulai menyiapkan pembangunan pipa minyak Blok Rokan. PGN menunjuk anak usaha, Pertamina Gas atau Pertagas, sebagai pelaksana pembangunan proyek sepanjang ± 367 KM itu.

Proyek tersebut berada di koridor Minas - Duri - Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai, Blok Rokan. Direktur Infrastrukstur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto mengungkapkan pelaksanakan proyek tersebut merupakan upaya Pertamina Grup mendukung program pemerintah mempertahankan lifting minyak dari Blok Rokan.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait