Sri Mulyani: Ekonomi Kuartal I Tumbuh 4,6%, Pekan ke-2 Maret Menurun

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 tumbuh 4,6%, melambat dibanding kuartal sebelumnya akibat pandemi corona.
Agatha Olivia Victoria
17 April 2020, 14:36
pertumbuhan ekonomi, pandemi virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Ilustrasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut dampak pandemi virus corona akan berpengaruh lebih besar pada perekonomian kuartal II 2020.

Pandemi corona bakal menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi perekonomian domestik masih mampu tumbuh 4,6% pada kuartal pertama tahun ini

"Kuartal I karena Januari dan Februari masih ada momentum pertumbuhan ekonomi, kami proyeksi 4,5% hingga 4,6%," kata Sri Mulyani dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4).

Sri Mulyani menjelaskan pertumbuhan tersebut masih terbilang tinggi, meski melambat dibandingkan kuartal IV 2019. Adapun Tiongkok hari ini mengumumkan perekonomian pada kuartal I negatif hingga 6,8% akibat pandemi virus corona, kontraksi pertama sejak revolusi budaya pada 1976.

Virus corona merebak di Tiongkok sejak awal tahun ini. Saat ini, Negara Panda ini tengah berupaya membuka kembali perekonomian yang sempat ditutup sekitar tiga bulan.

Sementara di Indonesia, kasus pertama pandemi virus corona baru diumumkan pada awal Maret. Pemerintah pun menggencarkan pembatasan sosial pada pertengahan bulan lalu.

(Baca: Memproyeksi Peluang Bisnis di Era Baru Ekonomi Usai Pandemi)

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menjelaskan perlambatan pada kuartal I, terutama terjadi pada konsumsi dan investasi yang tertekan sejak pekan kedua Maret 2020.

"Minggu pertama Maret masih bagus, tetapi memang minggu kedua hingga keempat setelah deklarasi pandemi di Indonesia mulai terlihat penurunan ekonomi," ujarnya.

Perekonomian pada kuartal I, menurut Sri Mulyani, belum mencerminkan dampak pembatasan sosial akibat pandemi virus corona."Kita akan lihat apa situasi kritikal terjadi di kuartal II atau justru cenderung flat," katanya.

(Baca: Ekonomi Tiongkok Kuartal I Minus 6,8%, Kontraksi Pertama Sejak 1976)

Adapun pemerintah akan terus melancarkan berbagai langkah insentif agar perekonomian kuartal II tak menurun tajam. Bantuan sosial, bantuan langsung tunai, bantuan sembako hingga kartu prakerja juga akan terus digencarkan untuk mengurangi shock pada masyarakat akibat pandemi.

Selain itu, ia juga berterimakasih kepada masyarakat yang berinisiatif membantu warga terdampak virus corona. Bantuan tersebut, kata dia, sangat mendorong konsumsi dan menghidupkan perekonomian domestik. "Jadi memang kita harus bergotong-royong karena semuanya tidak bisa dibebankan kepada APBN," ucap dia.

Sri Mulyani berharap pandemi virus corona dapat mereda pada kuartal II. Jika hal tersebut terjadi, ia memperkirakan pemulihan ekonomi terutama konsumsi terjadi pada kuartal III dan kuartal IV 2020.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait