Rupiah Menguat 15.575 per dolar AS Berkat Stimulus AS & Surplus Dagang

Rupiah ditutup menguat 0,45% hari ini berkat pengumuman stimulus baru Bank Sentral AS dan data surplus neraca perdagangan Maret.
Agatha Olivia Victoria
15 April 2020, 17:05
rupiah, rupiah menguat, stimulus the fed, neraca perdagangan, The federal reserve, stimulus AS
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Rupiah pada perdagangan sore ini menguat 0,45% meski mayoritas mata uang Asia melemah.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot sore ini, Rabu (15/4) menguat 0,45% ke level Rp 15.575 per dolar AS. Rupiah kian perkasa berkat pengumuman stimulus baru Bank Sentral AS dan data surplus neraca perdangan yang lebih besar dari ekspektasi.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Taiwan 0,04%, peso Filipina 0,01%, dan baht Thailand 0,07%.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia melemah. Yen Jepang turun 0,15%, dolar Singapura 0,64%, won Korea Selatan 0,01%, rupee India dan yuan Tiongkok 0,21%, dan ringgit Malaysia 0,11%.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang dipublikasikan BI menempatkan rupiah menguat 15 poin ke level Rp 15.722.

Advertisement

(Baca: Wabah Corona Mereda, Barang Impor Tiongkok Kembali Banjiri Indonesia)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan penguatan rupiah antara lain dipengaruhi oleh respons pasar terhadap program pinjaman besar yang dirilis Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Selain itu, data neraca perdagangan yang dipublikasikan BPS hari ini juga lebih baik dari ekspektasi pasar. 

"Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus di US$740 juta, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar US$544 juta pada Maret 2020," ujar Ibrahim, Rabu (15/4). 

Pasar juga masih merespons positif kebijakan Bank Indonesia kemarin yang menahan bunga acuan dan menambah suntikan likuiditas di pasar dengan pelonggaran ketentuan giro wajib minimum perbankan. Di sisi lain, pasar juga lega dengan perlambatan pertumbuhan kasus dan kematian akibat pandemi corona di seluruh dunia. 

(Baca: Kinerja Ekspor-Impor Membaik, Neraca Dagang Maret Surplus US$ 743 Juta)

Ibrahim mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang mencatat jumlah pasien positif corona di seluruh dunia per 14 April adalah 1,84 juta orang, naik 4,05% dibandingkan hari sebelumnya. Meski masih bertambah, kenaikan 4,05% adalah laju paling lemah sejak 10 Maret lalu.

Selain itu, angka tersebut juga jauh di bawah rata-rata kenaikan harian selama 21 Januari hingga 14 April yang sebesar 11,84%.

Ibrahim memperkirakan rupiah pada perdagangan besok akan kembali menguat dan bergerak pada rentang Rp 15.400 - 15.620 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait